Meski pandemi virus corona (Covid-19) terjadi, tak ada yang berbeda dari aktivitasnya sehari-hari. Saat ditemui CNNIndonesia.com, Kamis siang (11/6), ia tengah membersihkan dan memberi makan kuda sebelum mulai berkeliling.
"Tetap jalan, saya biasanya keliling di Kemayoran," kata dia memulai perbincangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum pandemi, Agus bisa mendapatkan uang hingga Rp200 ribu dari berkeliling mulai pukul 15.30 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Namun, saat pandemi ia mendapatkan penghasilan tak lebih dari setengahnya.
"Kalau rumput masih bisa dicari, nah dedak ini yang penting," kata dia
Dalam sehari, kuda harus diberikan makan tiga kali. Sekali makan, kuda menghabiskan sekitar 1 kilogram dedak dengan harga berkisar Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram.
"Kadang narik cuman nutup untuk beli makanan kuda doang. Kalau mau kurangin makanan dia kan kasihan juga," kata dia.
"Pernah dapat bantuan dari dinas. Terbantu tidak usah beli dedak," ucap dia.
Meski penghasilan menjadi sedikit dan tidak menentu, ia mengaku tetap akan berkeliling dan tidak mencari pekerjaan sambilan lain. Dia belum berencana beralih profesi.
"Kalau mau cari kerja lain juga sulit sekarang," ucap dia.
"Sudah dengar nanti ada beberapa yang dibuka lagi. Semoga normal lagi deh," ucap dia.
Para kusir delman sempat mendapat bantuan pakan kuda dari Pemprov DKI Jakarta di tengah pandemi virus corona (CNN Indonesia/Yogi Anugrah) |
Jika Agustin memilih tetap berkeliling meski pendapatan kecil, lain hal nya dengan Sutomo (48) yang sudah menjadi kusir delman sejak 1990. Sejak kawasan Monas dan Kota Tua ditutup pada Maret lalu, ia memilih untuk tidak berkeliling.
"Mau narik kemana juga, sepi pada ditutup," kata dia.
Sejak tak lagi berkeliling dan tidak ada penghasilan, ia beberapa kali sempat mengurangi jatah makan kudanya. Beruntung, beberapa kali diberikan bantuan pakan kuda dari Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian membuat dia sedikit bernafas lega.
"Uang untuk beli makanannya enggak ada, jadi dulu sempat juga dikurangi makannya," kata dia.
"Jalan sore enggak tentu waktunya, untuk lemasin kaki kuda biar enggak kaku," kata dia
Bagi dia, pandemi Covid-19 ini tak hanya membuatnya tidak bisa berkeliling karena kawasan wisata ditutup, tetapi penghasilan dari jasa penyewaan delman juga tidak lagi dirasakannya.
"Yang biasanya nyewa (delman) untuk arak-arakan sunat, dipajang di acara juga enggak ada," kata dia
Jika berkaca pada tahun lalu, ia mengatakan bulan Juni adalah waktu di mana Jakarta sedang ramai-ramainya karena banyak kegiatan dan acara menjelang Ulang Tahun Jakarta. Ia berharap bisa kembali bekerja normal.
"Nanti 22 Juni Ulang Tahun Jakarta ya, biasanya bisa dapat penghasilan banyak, semoga nanti normal lagi banyak yang dibuka," kata dia.
Para kusir delman sempat mendapat bantuan pakan kuda dari Pemprov DKI Jakarta di tengah pandemi virus corona (CNN Indonesia/Yogi Anugrah)