Hal ini dia sampaikan saat bertemu sejumlah tokoh agama, organisasi masyarakat hingga pimpinan Pondok Pesantren di Gedung Pracimasono, komplek Kepatihan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Minggu (14/7) malam.
"Dan [Pemerintah] baru menerima RUU-nya. Presiden belum mengirim Supres untuk membahasnya dalam proses legislasi," kata Mahfud, melalui siaran pers yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (14/6) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, berdasarkan TAP MPR No I Tahun 2003, sudah dipastikan tidak ada ruang hukum untuk mengubah atau bahkan mencabut TAP MPRS XXV Tahun 1966 terkait pelarangan komunisme.
Isu komunisme menjadi salah satu polemik dalam RU HIP. (Cover Fokus Palu Arit) |
Mahfud menyebut saat ini pemerintah juga telah mulai mempelajari secara seksama terkait RUU ini. Bahkan kata dia, ada beberapa pandangan yang telah disiapkan pemerintah berkaitan dengan RUU tersebut.
"Pemerintah sudah mulai mempelajarinya secara seksama dan sudah menyiapkan beberapa pandangan," kata dia.
Di juga memastikan pemerintah akan menolak jika ada usulan memeras Pancasila menjadi Trisila atau Ekasila. Sebab Pancasila adalah lima sila yg tercantum di dalam Pembukaan UUD 1945 yang disahkan tanggal 18 Agustus 1945 dalam satu kesatuan paham.
"Ke lima sila tersebut tidak bisa dijadikan satu atau dua atau tiga tetapi dimaknai dalam satu kesatuan yang bisa dinarasikan dengan istilah satu tarikan nafas," kata dia.
Diketahui, RUU HIP merupakan usul DPR. RUU ini langsung menuai pro dan kontra karena dianggap bisa mengkerdilkan ideologi negara yakni Pancasila.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menduga RUU HIP ingin melumpuhkan unsur Ketuhanan pada sila pertama Pancasila secara terselubung dan berpotensi membangkitkan komunisme.
Sementara, Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengaku setuju untuk menghapus pasal kristalisasi Pancasila dalam RUU HIP.
"Materi muatan yang terdapat di dalam Pasal 7 RUU HIP terkait ciri pokok Pancasila sebagai Trisila yang kristalisasinya dalam Ekasila, PDIP setuju untuk dihapus," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Minggu (14/6).
(tst/arh)
Isu komunisme menjadi salah satu polemik dalam RU HIP. (Cover Fokus Palu Arit)