Bekasi Izinkan Ojol Beroperasi Lagi Jika Ada Pos Aman

CNN Indonesia | Rabu, 24/06/2020 17:21 WIB
Pengemudi ojek daring mengenakan sekat pelindung saat melintas di kawasan jalan Kendal, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2020. Penggunaan sekat pelindung untuk pembatasan antara pengemudi dan penumpang tersebut sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan guna meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19 dalam menghadapi era normal baru. CNN Indonesia/Bisma Septalisma Ilustrasi pangkalan ojol. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi meminta operator ojek online (ojol) untuk menyiapkan jaminan protokol kesehatan untuk pengemudi sebelum mengizinkan kembali operasionalnya. Salah satunya berupa pos aman sebagai pusat pengecekan kesehatan.

Hal tersebut telah didiskusikan antara Pemkot Bekasi dengan pihak operator, Selasa (23/6). Namun, sejauh ini belum ada keputusan.

Kepala Bidang Angkutan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Fathikun mengatakan syarat itu demi memastikan operasional ojol tidak menjadi media baru penularan Covid-19.


"Kalau mereka (operator ojol) mau kembali dibuka layanannya, minimal ada jaminan protokol kesehatan dari orang yang mau kita beri akses itu kan," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (24/6).

Salah satunya, kata dia, adalah penyediaan pos-pos aman bagi pengemudi ojol di Kota Bekasi.

Nantinya, pos-pos aman tersebut berfungsi sebagai tempat pengecekan suhu tubuh dan kesehatan para pengemudi ojol sebelum beredar di Kota Bekasi.

Infografis Daftar Zona Merah yang Masih Terlarang bagi OjolFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Bila ada pengemudi yang ditemukan tidak sehat, Pemkot meminta pihak operator untuk mematikan aplikasi sang pengemudi.

"Misalnya pada saat pengemudi ojek online ini suhunya diatas 38 (derajat celcius), sistem (aplikasi) mati," kata Fathikun.

"Itu yang saya mintakan. Jadi ada upaya dari mereka partisipasi aktif langkah pencegahan penyebaran Covid-19," lanjutnya.

Jika operator sudah menyediakan pos-pos aman, Pemkot tidak akan ragu untuk kembali mengizinkan ojol beroperasi.

"Intinya kita ingin memberikan dan memastikan keamanan kota Bekasi dari covid-19," pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bekasi Enung Nurcholis mengatakan bahwa belum bisa memastikan waktu ojol kembali beroperasi.

[Gambas:Video CNN]

"Belum, belum bisa dipastikan [waktunya]. Kemarin masih baru dibahas sama pihak terkait," katanya.

Dinas Perhubungan Jawa Barat sendiri belum memberikan izin ojol beroperasi kembali di seluruh wilayah Jabar.

Sementara itu Wali Kota Bekasi sempat mengumumkan bahwa ojol akan segera beroperasi mengikuti provinsi DKI Jakarta yang sudah memberikan izin operasi.

(ndn/arh)

[Gambas:Video CNN]