Semangatnya kendur. Tak terpecut kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang sudah membolehkan ojol mengangkut penumpang saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Transisi.
Hari ini, Selasa (9/6), ia memutuskan berangkat kerja mulai pukul 06.30 WIB. Tak seperti kemarin, Senin (8/6), yang sudah berkelana di jalanan Jakarta sejak pagi buta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuma dapat dua penumpang, kemarin itu saya ngarep sudah tinggi [jumlah penumpang], eh ternyata masih sepi juga," tutur Muamar sambil berbincang di atas sepeda motor dengan CNNIndonesia.com, Jakarta, Selasa pagi.
Melanjutkan ceritanya, dua hingga tiga bulan lalu, Muamar bisa membawa pulang Rp200-400 ribu. Hampir 80 persen berasal dari pesanan angkut penumpang. Sisanya jasa antar makanan.
Namun usai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menetapkan larangan ojol mengangkut penumpang di masa PSBB, pendapatannya langsung terjun bebas. Hingga hari ini, pendapatan harian masih belum kembali seperti sebelum virus corona mewabah.
Ia memutar uang tabungannya untuk menjual berbagai sembako secara online. Istrinya menjajakan dagangan via internet, sementara dirinya kebagian tugas mengantarkan pesanan ke rumah-rumah pemesan.
"Saya tetap ngojek tuh kan, mengantar pesanan pembeli dari bini (istri)," kata Muamar lalu tertawa.
"Sehari untung tidak sampai Rp100 ribu, tapi buat makan cukup, untung punya tabungan juga," tambahnya.
Meski sudah mengangkut penumpang kembali, ojek online di Jakarta masih sulit mendapat orderan (CNN Indonesia/Daniela Dinda) |
Muamar bakal terus berusaha keras memenuhi kebutuhan keluarga. Terlebih, putrinya yang pertama akan masuk SD. Muamar harus menyediakan uang untuk berbagai keperluan agar putrinya bisa masuk sekolah.
"Anak saya mau SD, umur 6 tahun ini bentar lagi ulang tahun, masih belum tahu dapat swasta apa negeri ya," tuturnya.
Sebenarnya, Mursalin begitu semangat ketika ojol sudah boleh mengangkut penumpang. Mursalin sudah mengaktifkan aplikasi sejak subuh.
Namun, dia tidak mendapat penumpang satu pun pada Senin kemarin (8/6). Baru pagi ini dia mendapat penumpang.
"Kemarin enggak ada orderan masuk, baru hari ini doang satu," kata Mursalin saat berbincang dengan CNNIndonesia.com di atas sepeda motornya, Selasa pagi (9/6).
"Kalau enggak rajin dari pagi saya takutnya enggak dapat pas siang nanti, anak juga sering jajan," katanya lalu tertawa.
Meski sangat sulit mendapat penumpang, Mursalin tetap mengantar barang. Dari orderan makanan, Mursalin membawa pulang Rp30-50 ribu sehari sejak virus corona mewabah.
"Kalau PSBB kemarin tuh dari jam 5 saya aktifin sampai jam 11 malam, itu juga paling 5-6 orderan yang masuk kadang dapat Rp30 ribu, paling banyak Rp50 ribu," kata Mursalin.
Meski sudah mengangkut penumpang kembali, ojek online di Jakarta masih sulit mendapat orderan (CNN Indonesia/Daniela Dinda)