Anggap Kemenag Copy-Paste, DPR Tolak Tambah Anggaran

CNN Indonesia | Jumat, 26/06/2020 03:11 WIB
Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto. Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto minta Kemenag lebih memfokuskan anggaran untuk penanganan Corona. (Foto: CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi VIII DPR belum bisa menyetujui usulan tambahan anggaran dari Kementerian Agama karena dianggap kurang fokus terhadap penanganan Covid-19 serta dinilai copy-paste dari anggaran tahun lalu.

Diketahui, Menteri Agama Fachrul telah mengajukan anggaran ke Kementerian Keuangan Rp70.510 triliun untuk 2021. Kemenag hanya mendapat pagu anggaran indikatif Rp66.673 triliun. Atas dasar itu, Fachrul mengajukan tambahan anggaran Rp3,836 triliun di RAPBN 2021.

"Komisi VIII DPR RI belum dapat menyetujui dan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai anggaran dan program Pagu Indikatif Kementerian Agama RI dalam RAPBN Tahun 2021," kata Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto, membacakan kesimpulan rapat kerja dengan Menteri Agama Fachrul Razi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (25/6).


Sebabnya, kata Yandri, pertama, usulan anggaran dan program yang diajukan oleh Fachrul tak fokus untuk penanganan Virus Corona.

Ia menyarankan Kemenag lebih fokus pada peningkatan kualitas guru, pemberian bantuan sosial akibat Covid-19, hingga peningkatan sarana dan prasarana pendidikan keagamaan.

"Seperti peningkatan tunjangan Profesi Guru, inpassing (penyesuaian PNS), pemberian bantuan penanggulangan dampak wabah Covid-19 untuk ustaz dan tenaga pendidikan keagamaan, peningkatan sarana-prasarana madrasah, pesantren, pendidikan keagamaan, tempat ibadah, dan PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri)," kata Yandri.

Menteri Agama Fachrul Razi didampingi Dirjen PHU Nizar Ali menyampaikan keterangan pers secara daring tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji 1441 H di Jakarta, Selasa (2/6/2020). Pemerintah memutuskan untuk tidak memberangkatkan jemaah haji pada 2020 untuk melindungi WNI pada masa pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Humas Kementerian Agama/app/foc.Menteri Agama Fachrul Razi mengaku akan memperbaiki usulan anggarannya. (ANTARA FOTO/Humas Kementerian Agama/app/foc.)

Kedua, masalah serapan anggaran Kemenag. Yandri menyebut serapan anggarannya tahun 2020 baru mencapai Rp24 triliun dari total anggaran Rp63 triliun.

Ketiga, anggaran Kemenag 2021 dianggap hanya salinan anggaran tahun lalu, tanpa ada penyesuaian dengan kondisi pandemi Covid-19.

"Saya harus mengelus dada karena ini seperti copy-paste anggaran tahun 2020," kata Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily, dalam rapat yang sama.

"Apa garis diferensiasi antara visi, misi yang dibuat oleh pak Jendral Fachrul Razi dengan menteri sebelumnya? tidak ada pak. Menurut saya," imbuh politikus Partai Golkar itu.

Yandri pun mendesak Fachrul untuk melakukan realokasi anggaran 2020 untuk peningkatan sarana dan prasarana tempat ibadah dan pendidikan keagamaan yang terdampak Corona.

"Sebetulnya kesimpulan ini kita minta dengan situasi new normal, beda dengan tahun lalu, 180 derajat berbeda, nah kita saling bantu lah, Pak, tolong difokuskan lagi," kata Yandri.

[Gambas:Video CNN]

Ditempat yang sama, Fachrul memohon maaf bila usulan anggaran tahun 2021 tak sinkron dengan gagasannya. Ia mengaku akan memperbaiki lebih lanjut naskah usulan anggaran 2021 itu.

"Mohon maaf kesalahannya kembali di menteri, membuat naskah ini beljm nyambung dengan ide-ide yang besar yang kita buat. Percayalah kami akan perbaiki," kata dia.

(rzr/arh)