Tren Positif, 196 Daerah Bisa Menyusul jadi Zona Hijau Corona

CNN Indonesia | Kamis, 25/06/2020 20:43 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Diponegoro Kota Tegal, Jawa Tengah, Senin (11/5/2020). Menurut data gugus tugas percepatan penanganan COVID-19, Kota Tegal mampu meminimalisasi penularan COVID-19 menjadi nol (Zero) tidak ada pasien positif yang dirawat sehingga kembali ke zona hijau. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/hp. Ilustrasi daerah zona hijau yang kembali membolehkan warga beraktivitas namun tetap mematuhi protokol kesehatan (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan ada 196 kabupaten/kota di Indonesia yang dapat menyusul menjadi zona hijau. Daerah-daerah tersebut dapat menjadi zona hijau jika tren kasus positif virus corona terus menurun.

"Ada 196 kabupaten/kota yang dapat menyusul bergerak menjadi zona hijau," kata Dewi di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (25/6).

Dari data terbaru, Dewi mengumumkan ada 30 persen wilayah yang masuk dalam kategori risiko sedang atau zona oranye dan 11 persen masuk dalam zona risiko tinggi atau zona merah.


Data diperoleh melalui perhitungan sejak akhir Mei sampai 21 Juni. Tim Gugus Tugas melihat ada kabupaten/kota yang memperlihatkan tren membaik dalam rentang waktu tersebut.

Menurut paparan Dewi, per akhir Mei ada 108 kabupaten/kota dengan risiko tinggi. Namun terjadi perbaikan dan pergerakan, sehingga angka persentase wilayah risiko rendah meningkat, wilayah risiko tinggi menurun.

"Terjadi perbaikan dan pergerakan sehingga kabupaten/kota yang awalnya tidak terdampak atau risiko rendah dari angka 46,7 persen bergerak menuju 52% dan terakhir per tanggal 21 juni mencapai 58,37 persen," jelasnya.

Ia juga menegaskan sejak tanggal 21 Juni, tercatat ada 208 kabupaten/kota yang tidak mencatatkan penambahan kasus meninggal akibat Covid-19.

Kabupaten/kota yang tidak mencatatkan penambahan kasus dalam waktu 4 minggu terakhir dan angka kesembuhan mencapai 100 persen, dapat bergerak menjadi zona hijau meskipun wilayah tersebut sempat terdampak Covid-19.

Sebelumnya pemetaan wilayah menjadi empat zona didasarkan pada 15 indikator, di antaranya 11 indikator epidemiologi, 2 indikator surveillance, dan 2 indikator pelayanan kesehatan masyarakat.

Kini, tim Gugus Tugas menambahkan satu indikator lain, yakni presentase kasus sembuh dari kasus konfirmasi positif Covid-19.

"Ada satu tambahan indikator [untuk zona hijau], adalah presentase kasus sembuh, yaitu menghitung seberapa banyak orang yang sudah terpapar covid-19 kemudian sembuh di suatu wilayah," katanya.

(mln/bmw/sur)

[Gambas:Video CNN]