PDIP Solo Minta DPP Segera Lapor Pembakaran Bendera ke Polisi

CNN Indonesia | Jumat, 26/06/2020 14:32 WIB
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV, di Kantor DPP, Jalan Diponegoro, Rabu (19/6). Rakernas turut dihadiri Presiden Joko Widodo dan digelar tertutup. Ketua DPC PDIP Solo, FX. Hadi Rudyatmo meminta pengurus pusat segara melaporkan pembakaran bendera ke polisi. Ilustrasi (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo FX. Hadi Rudyatmo meminta pengurus DPP PDIP segera melaporkan pembakaran bendera berlambang banteng moncong putih kepada pihak kepolosian agar segera diproses.

Bendera PDIP dibakar massa aksi yang menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila, di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (24/6) lalu. Bendera berwarna merah itu dibakar bersamaan bendera berlambang palu arit.

"Ketua umum perintahnya jalur hukum ya sudah jalur hukum. Proses hukumnya biar di Jakarta karena kejadiannya di sana. Kami tinggal mem-back up, memberikan aspirasi kepada Kapolres untuk mendorong Kapolri intuk bertindak tegas," kata Rudy, Jumat (26/6).


Rudy mengaku sudah menginstruksikan kadernya mendatangi Polresta Surakarta. Namun, ia mengatakan pihaknya tak akan membuat laporan di Polresta Surakarta. Rudy beralasan peristiwa pembakaran bendera terjadi di Jakarta.

"Lapor ke Polres? Wong saya tidak tahu kejadiannya mau lapor apa? Kalau kejadiannya di Solo ya saya pasti melapor," ujar pria yang juga wali kota Solo itu.

Sebelumnya, politikus senior PDIP, Tjahjo Kumolo meminta seluruh kader se-Indonesia hingga tingkat akar rumput mendatangi seluruh Polres dan Polda untuk meminta kepolisian mengusut pembakar bendera PDIP.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga menginstruksikan kadernya merapatkan barisan. Megawati juga meminta membawa kasus pembakaran bendera partainya ke jalur hukum.

Sementara itu, Koordinator lapangan aksi tolak RUU HIP, Edy Mulyadi sudah dipanggil oleh Polda Metro Jaya. Edy mengaku dimintai klarifikasinya soal aksi pembakaran bendera partai saat aksi Rabu 24 Juni lalu.

Edy menyebut pembakaran bendera PDIP tak ada dalam rencana. Mereka hanya merencanakan pembakaran bendera lambang palu arit. Menurutnya, pembakaran bendera PDIP itu adalah sebuah kecelakaan.

Ketua Umun PA 212 Slamet Ma'arif mengatakan seharusnya PDIP yang meminta maaf karena memicu amarah masyarakat terkait dengan RUU HIP.

"Mestinya PDIP yang harus minta maaf karena anggotanya yang telah menjadi inisiator RUU HIP sehingga membuat gaduh dan resah masyarakat," kata Slamet lewat pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Kamis (25/6).

(syd/fra)

[Gambas:Video CNN]