Bendera Dibakar, Kader PDIP Khawatir Ada Aktor Pengadu Domba

CNN Indonesia | Jumat, 26/06/2020 17:24 WIB
Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  I Wayan Sudirta mengikuti seleksi wawancara terbuka, di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Kamis 09 Oktober 2014. Seleksi tersebut untuk memilih dua orang calon yang untuk kemudian diajukan ke DPR untuk mengikuti uji kelayakan dan kepatutan. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Anggota Komisi III Fraksi PDIP I Wayan Sudirta. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan I Wayan Sudirta mengaku khawatir dengan kemungkinan ada aktor intelektual di balik pembakaran bendera partainya dalam unjuk rasa menolak Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta pada Rabu (24/6).

Menurutnya, terbuka kemungkinan ada aktor intelektual dengan niat mengadu domba PDIP dengan pihak lain. Ia pun meminta agar Kapolri Jenderal Idham Azis segera mengusut hal tersebut.

"PDIP sangat khawatir ada aktor intelektual yang sengaja berniat melakukan perpecahan kehidupan bangsa dengan mengadu domba PDIP dengan pihak lain," kata Wayan dalam keterangannya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (26/6).


Wayan juga mendesak Idham mengusut tuntas dan menangkap pelaku serta dalang di balik aksi pembakaran bendera PDIP itu.

Menurutnya, aksi tersebut memiliki indikasi kuat memecah kehidupan bangsa dan berpotensi menimbulkan konflik horizontal, mengingat PDIP adalah partai pemenang Pemilu 2019 dengan jumlah pemilih yang banyak di seluruh wilayah di Indonesia.

Ia berkata, indikasi ke arah unsur kesengajaan melalui perencanaan yang matang dapat dilihat secara kasat mata karena peserta unjuk rasa sudah membawa berbagai macam bendera, termasuk bendera dengan simbol Palu Arit yang kemudian dibakar.

"Dari mana mereka mendapatkan atribut bendera-bendera itu jika tidak sengaja membawa atau bahkan diindikasikan sengaja memproduksinya sendiri," ujar Wayan.

Ia pun meminta institusi Polri memberikan perhatian terhadap kasus ini dengan bertindak tegas, lugas, dan tanpa pandang bulu. Menurut Wayan, sikap ini penting dilakukan polisi agar massa PDIP tidak kehilangan kesabarannya.

"Ketegasan pihak kepolisian akan memberikan efek jera kepada pelaku sehingga berpengaruh signifikan untuk mencegah tindakan yang sama berulang pada waktu yang lain," tutur Wayan.

Bendera PDIP dibakar dalam aksi unjuk rasa menolak RUU HIP di depan Gedung DPR Rabu (24/6). Koordinator aksi tolak RUU HIP, Edy Mulyadi, merespons dengan menampik aksi itu direncanakan oleh pihaknya.

"Pembakaran bendera PDIP itu accident, karena saat saya di panggung juga saya bilang kita bakar bendera PKI. Saya cuma menilai sebagai spontanitas aksi massa aja. Jadi tidak dipersiapkan panitia sama sekali," kata Edy saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (25/6).

Megawati merespons aksi itu dengan mengeluarkan surat perintah kepada seluruh kader. Dalam surat yang dikeluarkan pada Kamis (25/6) itu, Megawati meminta kader merapatkan barisan.

Ia juga mempersilakan kader menempuh jalur hukum sambil memperkuat persatuan dengan rakyat.

(mts/osc)

[Gambas:Video CNN]