Mahfud soal Jadwal Pilkada: Covid-19 Selesainya Enggak Jelas

CNN Indonesia | Jumat, 26/06/2020 23:40 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD menyebut bangsa Indonesia senagai bangsa yang beradab dan menerima permintaan maaf yang disampaikan oleh Raja Belanda, Selasa (10/3). Menko Polhukam Mahfud MD. (CNN Indonesia/ Tiara Sutari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko polhukam) Mahfud MD memastikan bahwa Pilkada Serentak di Jawa Timur tetap akan digelar pada 9 Desember 2020.

Ketetapan tersebut disampaikan Mahfud meski Indonesia tengah dilanda wabah corona (Covid-19).

"Ada pertanyaan selama ini dari masyarakat kok tidak menunggu Covid-19 selesai? Kita jelaskan kalau Covid-19 selesainya enggak jelas. Kapan selesainya, Desember belum tentu selesai juga," kata Mahfud usai menggelar Rapat Koordinasi Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 Wilayah Provinsi Jatim, di Hotel JW Marriott, Surabaya Jumat (26/6).


"Pilkada serentak di Jatim tetap dijadwalkan tanggal 9 desember 2020," kata Mahfud menambahkan.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut mengatakan kesepakatan itu juga telah disetujui oleh para pemangku jabatan di Jatim, yakni KPU, Bawaslu, Gubernur, Bupati/Wali Kota di 19 daerah, dj Jatim yang bakal menggelar Pilkada 2020.

"Mereka semua sudah siap untuk melaksanakan pilkada serentak tanggal 9 Desember," ujarnya.

Jika pelaksanaan pilkada ditunda, kata dia, maka tampuk kepemimpinan banyak daerah di Jatim akan kosong dalam waktu yang tak ditentukan. Pemerintah tak mau itu terjadi.

Mahfud pun pun memastikan bahwa pilkada serentak di Jatim akan tetap digelar, dengan menerapkan protokol kesehatan, mengikuti pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pemerintah pusat, kasus positif virus corona di Jawa Timur hari ini sudah mencapai 10.901 kasus. Angka itu melewati kasus positif di DKI Jakarta sebanyak 10.796 kasus.

Jumlah pasien yang meninggal dunia di Jawa Timur per Jumat (26/6) sebanyak 796 orang. Lebih tinggi dari pasien yang meninggal dunia di DKI Jakarta, yakni 616 orang. Selain kasus positif, pasien yang meninggal dunia akibat virus corona juga lebih tinggi dibanding DKI Jakarta.

Sementara untuk pasien yang sembuh, jumlah di Jatim justru lebih rendah dari Jakarta yakni 3.429 orang. Sementara di Jakarta pasien yang sudah dinyatakan negatif atau sembuh dari corona mencapai 5.542 kasus.

(frd/ain)

[Gambas:Video CNN]