29 Kader PDIP Solo Dukung Gibran, Ada Tudingan Sakit Hati

CNN Indonesia | Jumat, 26/06/2020 21:47 WIB
Bendera PDI Perjuangan. Ilustrasi PDIP. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Solo, CNN Indonesia --

Sebagian kader PDIP yang menamakan diri Komunitas Pejuang Demokrasi PDI Perjuangan Kota Surakarta secara terbuka menyatakan dukungan untuk Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka di Pemilihan Wali Kota Solo 2020.

Mereka beralasan Achmad Purnomo telah mengundurkan diri secara tertulis dari pencalonannya 28 Mei. Para kader ini pun mendorong Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP untuk merekomendasikan Gibran sebagai Calon Wali Kota Solo.

Hal itu disampaikan saat acara Pembacaan Pernyataan Sikap Komunitas Pejuang Demokrasi PDIP di Rumah Makan Dapur Ndeso Nogiri Mbak Yun, Jumat (26/6).


Sebanyak 29 kader ini terdiri dari simpatisan, mantan pengurus, serta masih ada yang menjadi pengurus aktif di Pengurus Anak Cabang (PAC), Ranting, dan Anak Ranting PDIP.

"Ini tidak baik untuk pendidikan politik di Kota Solo. Sudah mundur kok dipaksa-paksa," kata Wakil Ketua PAC PDIP Banjarsari, Solo, Ariyanto Rinto Suryono, Jumat (26/6).

Seperti diketahui, Purnomo menyampaikan pengunduran dirinya secara tertulis kepada DPC PDIP, 28 Maret lalu. Struktural partai dari tingkat anak ranting hingga DPC kompak menolak pengunduran diri tersebut dan meminta Purnomo menunggu terbitnya rekomendasi dari DPP.

Ariyanto menuding ada mobilisasi di rapat-rapat pengurus partai sehingga muncul keputusan untuk menolak pengunduran diri Purnomo. Ia sendiri mengaku tidak pernah menyampaikan sikapnya secara terbuka di rapat-rapat tersebut.

"Kalau saya hanya sendirian menyampaikan keberatan sementara yang lain takut bagaimana? Saya malah tidak enak dengan teman-teman semuanya. Saya [mem]-batin saja waktu itu," katanya.

Ia mengklaim pada prinsipnya ada banyak kader PDIP yang menolak pencalonan Purnomo.

Ketua Bidang Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan PDI Perjuangan Puan Maharani (tengah) bersama Ketua bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto (kiri) dan bakal calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (kedua kanan) serta pasangan bakal calon Wali Kota Solo Achmad Purnomo (kedua kiri) dan Teguh Prakosa (kanan) berpose usai uji kelayakan dan kepatutan penjaringan calon Wali Kota Solo di Kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Senin (10/2/2020). Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap Gibran Rakabuming Raka dan pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa sebagai bakal calon Wali Kota Solo pada Pilkada Solo tahun 2020. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj. *** Local Caption *** Achmad Purnomo-DPP PDIP masih menimbang antara Gibran atau Purnomo untuk dicalonkan sebagai Wali Kota Solo. (ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj)

"Mereka yang menolak [tapi] tidak mau mengutarakan. Tapi dia ngomong di luar sebenarnya tidak setuju. Saya tidak bisa bilang berapa jumlahnya. Tapi banyak," dalihnya.

Terpisah, Wakil Sekretaris PAC PDIP Banjarsari Heni Prihartoyo menegaskan selama ini pengurus PDIP Solo tetap solid mendukung pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa. Ia justru menuding Ariyanto hanya mencari panggung karena sakit hati.

"Dia dulu kan mau jadi caleg tapi tidak lolos," kata pria yang akrab disapa Thungthung itu.

Dia mengakui Ariyanto memang masih menjabat sebagai pengurus aktif di PAC PDIP Banjarsari. Namun, beberapa bulan terakhir Ariyanto tidak pernah memenuhi undangan rapat PAC.

"Sudah sekitar enam bulan tidak pernah kelihatan. Terakhir dia ikut pelantikan PAC sebelum wabah Covid-19. Tapi ya cuma ikut seremoni pelantikan saja," katanya.

Diketahui, Purnomo lebih dulu direkomendasikan oleh DPD PDIP Solo sebagai calon Wali Kota. Di tengah perjalanan, Gibran muncul dan memakai jalur DPD PDIP Jawa Tengah untuk meraih tiket pencalonan di Surakarta. Sejauh ini, DPP PDIP belum memutuskan siapa yang akan dicalonkan.

Berdasarkan hasil survei Solo Raya Polling, elektabilitas Gibran mencapai 55 persen, berbanding 36 persen milik Purnomo.

(syd/arh)

[Gambas:Video CNN]