PDIP Surabaya: Jangan Terprovokasi, Pasang Bendera di Rumah

CNN Indonesia | Jumat, 26/06/2020 17:57 WIB
Bendera PDI Perjuangan Ilustrasi bendera PDIP. (Detikcom/Rifkianto Nugroho)
Surabaya, CNN Indonesia --

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Surabaya menginstruksikan seluruh kader untuk menunggu komando Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, menyusul insiden pembakaran bendera PDIP, di depan Gedung DPR-RI Jakarta, 24 Juni 2020 lalu.

Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Adi Sutarwijono mengatakan saat ini seluruh anggota partai berlambang banteng tersebut diminta untuk tidak terpancing emosi dan tak bertindak sendiri-sendiri.

"Kepada seluruh pengurus, kader, anggota dan simpatisan, untuk terus memperkuat konsolidasi. Jangan terpancing provokasi-provokasi pihak lain. Tidak bertindak sendiri-sendiri. Melainkan menaati komando pimpinan partai. Kita tetap waspada dan siap sedia, kapan pun untuk bergerak," kata Awi, sapaan akrabnya saat dikonfirmasi, Jumat (26/6).


Para kader, anggota dan simpatisan PDIP di Surabaya kata dia, kini diinstruksikan untuk memasang bendera PDIP di kediaman masing-masing. Hal itu bertujuan untuk menunjukkan eksistensi mereka.

"Memasang bendera PDIP di rumah masing-masing pengurus, kader, anggota dan simpatisan. Kita kibarkan bendera partai sebagai tanda eksistensi kita tetap tegak berdiri, dan berkibar, yang dijaga oleh seluruh kader," ujarnya.

Bagi DPC PDIP Surabaya, kata dia, pembakaran bendera PDIP dalam aksi massa itu adalah peristiwa yang terkutuk, perbuatan yang telah melukai demokrasi, dan dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Pembakaran itu merusak kehidupan demokrasi dan HAM, dan tatanan hukum. Juga, ujung-ujungnya merupakan serangan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi yang telah memperoleh mandat rakyat dalam Pemilu 2019," katanya.

Pembakaran bendera PDIP dan serangan terhadap pemerintahan Presiden Jokowi, itu kata Awi, telah menyulut kemarahan luas seluruh kader PDIP. Namun mereka diinstruksikan pimpinan untuk tetap menempuh jalur hukum.

Maka itu puluhan pengurus, anggota dan kader PDIP pun mendatangi Mapolrestabes Surabaya, pada Jumat siang. Mereka mendesak agar Polri menangkap para pelaku dan dalang pembakaran bendera PDIP. Awi mengatakan ia tak ingin peristiwa serupa terulang.

"Karena itu, kami mendesak aparat kepolisian untuk menangkap seluruh pelaku dan dalang pembakaran bendera kami, PDIP. Supaya peristiwa tersebut tidak berkepanjangan di kemudian hari, dengan mengulang-ulang penghinaan serupa," ucapnya.

(frd/ain)

[Gambas:Video CNN]