Mendagri Sebut Isu Covid-19 Bisa Tekan Isu Primordial

frd, CNN Indonesia | Sabtu, 27/06/2020 00:43 WIB
Mendagri Tito Karnavian saat pemberian penghargaan Swasti Saba Kab/Kota Sehat 2019, di Kementerian Dalam Negeri. Jakarta, Selasa, 19 November 2019. CNNIndonesia/Adhi Wicaksono. Mendagri Tito Karnavian saat pemberian penghargaan Swasti Saba Kab/Kota Sehat 2019, di Kementerian Dalam Negeri. Jakarta, Selasa, 19 November 2019. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan persoalan pandemi Covid-19 bisa menjadi isu sentral saat Pilkada Serentak digelar pada Desember. Isu ini disebut akan menekan isu primordial.

Ajang pilkada dikatakan bakal menjadi menjadi tempat calon kepala daerah beradu gagasan soal penanganan Covid-19. Lantas masyarakat bisa mencermati mana calon pemimpin yang memiliki gagasan apik dan mana yang tidak.

"Salah satu mungkin isu yang perlu kita angkat bersama-sama adalah efektivitas kepala daerah di 19 kabupaten/kota, dalam rangka penanganan Covid-19," kata Tito, di Surabaya, Jumat (26/6).


"Karena masyarakat menghendaki ada pemerintahan atau wakil yang kuat untuk menangani Covid-19," ujar Mantan Kapolri ini.

Menurut Tito jika Covid-19 jadi isu sentral maka isu-isu lain yang biasa jadi perdebatan publik, akan tenggelam. Sebab dikatakan masyarakat bakal fokus pada gagasan percepatan penanganan Covid-19.

"Kalau isu sentral ini kita angkat, maka isu primordial yang justru sering jadi ajang konflik seperti kekerabatan, kesukuan, kekerasan, dan yang sensitif masalah keagamaan, tertekan," kata dia.

Bagi Tito, diangkatnya Covid-19 menjadi isu sentral dalam Pilkada Serentak nanti adalah antitesis yang menyebut pilkada akan jadi media penularan. Menurutnya hal itu adalah sebuah pemikiran terbalik.

"Sebetulnya kita jawab tantangan bahwa kekhawatiran pilkada akan menjadi media penularan, terbalik, karena nanti seluruh [kandidat] daerah akan beradu gagasan dan adu berbuat untuk menekan kurva di daerah masing-masing," katanya.

Namun, Tito tak ingin isu Covid-19 ini menjadi ajang mendiskreditkan calon petahana di zona merah. Menurut dia adu gagasan soal Covid-19 akan jadi tantangan bagi siapapun baik petahana maupun calon lainnya.

"Tujuan saya justru adu gagasan ini akan mempercepat penanganan Covid-19. Ini jadi tantangan bagi rekan terutama incumbent yang bertanding dan sarana adu gagasan bagi non petahana," ujarnya.

Kendati demikian, karena Pilkada Serentak 2020 digelar dalam kondisi pandemi Covid-19, Tito meminta masyarakat tetap taat protokol kesehatan.

"Kita meminta bantuan masyarakat untuk taat protokol, gunakan hak pilih dan APD [alat pelindung diri]," katanya.

Tito optimis Pilkada Serentak 2020 bakal tetap digelar tanpa halangan. Pemerintah dan KPU disebut sudah mempersiapkan protokol ketat untuk menjamin keamaman panitia, pengawas, pengamanan dan pemilih.

"Kita optimis, Pilkada Serentak 2020 ini dapat berjalan baik meski berada di tengah pandemi. Kita sudah siapkan protokolnya. KPU sudah menyiapkan protokolnya termasuk untuk perlindungan panitia, pengawas, pengaman dan pemilih," pungkasnya.

(fea)

[Gambas:Video CNN]