Johan Budi PDIP Guyon Soal Reshuffle, Usul Tito Tak Diganti

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 14:45 WIB
Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan Johan Budi mengikuti pelantikan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. Anggota Komisi II DPR dari PDIP Johan Budi mengusulkan Mendagri Tito Karnavian tak kena reshuffle kabinet Jokowi. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi II DPR Fraksi PDIP Johan Budi mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo agar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tidak diganti usai muncul isu reshuffle. Johan menilai sejauh ini Tito berkinerja bagus, terutama soal persiapan Pilkada Serentak 2020.

"Tentu saja, saya usul agar Pak Mendagri ini enggak di-reshuffle saya kira, soalnya saya dengar ada reshuffle," kelakar Johan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (29/6).

Usul Johan muncul saat rapat bersama Kemenkumham dan Kemendagri di Komisi II DPR yang akhirnya ditunda pada hari ini. Rapat ditunda lantaran Menkumham Yasonna Laoly mangkir, sementara Mendagri Tito Karnavian menyempatkan hadir meski ada rapat bersama Presiden Jokowi.


Komisi II DPR lalu berencana melayangkan surat kepada Presiden Jokowi terkait ketidakhadiran Yasonna. Komisi II DPR kecewa karena Yasonna sudah dua kali mangkir rapat membahas Perppu No. 2 tahun 2020 tentang Pilkada 2020.

Sikap berbeda ditunjukkan Johan saat ditanya mengenai Tito Karnavian yang hadir dalam rapat meski sebenarnya ada rapat bersama Presiden Jokowi. Dalam rapat, Johan mengapresiasi kehadiran Tito yang serius ingin membahas persiapan Pilkada Serentak 2020.

"Jika Komisi II menyimpulkan ada surat teguran kepada Menkum HAM melalui lembaga DPR, tentu saja, saya usul agar Pak Mendagri ini enggak di-reshuffle," kata dia.

Saat dihubungi, Johan menilai Tito memiliki komitmen yang kuat terhadap penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2020. Hal itu ditunjukkan oleh Tito manakala selalu hadir saat di undang oleh Komisi II untuk membahas Perppu Pilkada di DPR.

"Sebenarnya bercanda saja. Dia punya komitmen soal Pilkada lah. Kan itu [Perppu Pilkada] usulan pemerintah," kata Johan singkat.

Sebelumnya, isu reshuffle sempat dihembuskan Jokowi dalam rapat kabinet, Kamis (18/6) lalu. Pidato Jokowi dalam rapat itu baru diketahui publik usai Sekretariat Presiden mengunggah video di akun Youtube mereka, Minggu (29/6) kemarin

Jokowi terlihat jengkel. Berulang kali bicara dengan nada tinggi karena menganggap ada menteri yang masih bekerja biasa-biasa saja di tengah pandemi virus corona.

Ia bahkan menyatakan siap melakukan perombakan kabinet jika tak kunjung ada perbaikan.

"Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle, sudah kepikiran ke mana-mana saya. Entah buat Perppu yang lebih penting lagi, kalau memang diperlukan," kata Jokowi dalam video yang diunggah akun Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6).

(rzr/bmw/gil)

[Gambas:Video CNN]