RS Soetomo Bantah Pernyataan Risma soal Tolak APD

CNN Indonesia | Senin, 29/06/2020 20:09 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan) menyampaikan pemaparan saat Rapat Analisa Dan Evaluasi Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Di Wilayah Kota Surabaya di Gedung Sawunggaling, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (22/5/2020). Rapat itu diikuti jajaran kepolisian,TNI dan Aparatur Sipil Negara (ASN). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/pras. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (kanan). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Surabaya, CNN Indonesia --

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah dr Soetomo Surabaya, dr. Joni Wahyuhadi mengaku tak pernah mendapatkan konfirmasi dari Pemerintah Kota Surabaya, terkait pemberian bantuan alat pelindung diri (APD).

"Pemkot [Surabaya] enggak nanya ke saya, yang penting prinsip Soetomo kalau masih ada akan kami manfaatkan. Ndak, ndak, ndak, ndak hubungi saya," kata Joni, di Gedung DPRD Jawa Timur, Surabaya, Senin (29/6)

Joni juga menampik pernyataan Risma yang menyebut bahwa RSUD dr Soetomo telah menolak bantuan APD dari Pemkot Surabaya. Menurutnya masih banyak rumah sakit lain yang lebih membutuhkan. 


Ia menyebutkan Soetomo telah banyak mendapatkan bantuan APD dari pelbagai pihak. Maka bantuan pemkot itu pun sebaiknya dialihkan ke RS darurat atau RS non rujukan. 

"Kami berpikiran Soetomo dapat bantuan banyak dari provinsi, donatur, Kemenkes, dan yang kita anggarkan. Kita pikirkan kawan di RS darurat yang bukan rujukan, kasihan RS darurat itu dia harus diperhatikan APDnya," ujarnya. 

"Kami serakah kalau semua kami ambil, selama kami cukup ya kami manfaatkan, kalau gak cukup siapapun yang mau bantu kita pakai. Ini kita masih ada puluhan ribu APD," kata Joni.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini nampak bersujud hingga dua kali, di hadapan para dokter dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Mata Risma bahkan nampak memerah dan menangis. 

Hal itu terjadi saat ia mendengarkan keluhan dokter-dokter yang ada di rumah sakit rujukan di Surabaya, salah satunya Ketua Pinere RSUD dr Soetomo, dr Sudarsono, di halaman Balai Kota Surabaya, Senin (29/6).

"Mohon maaf Pak Sudarsono, saya menang goblok, nggak pantas saya jadi Wali Kota Surabaya," ujar Risma sembari bersujud. 

Sebelum bersujud, Risma juga sempat mengeluhkan mengapa dirinya tak bisa berkomunikasi langsung dengan rumah sakit milik Pemprov Jatim itu.

"Kami tidak terima. Karena kami gak bisa masuk kesana [RSUD dr Soetomo untuk komunikasi)," ujarnya. 

Bahkan, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu mengatakan bantuan alat pelindung diri (APD) yang dikirimkan pihaknya untuk Soetomo, juga ditolak. 

"Saya itu ngasih APD ke RSUD dr Soetomo, juga ditolak. Ada buktinya penolakan," kata Risma.

(frd/ugo)

[Gambas:Video CNN]