Viral Ambulans Bawa Kambing, Pemkab Lumajang Sebut Memalukan

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 08:30 WIB
Ambulance van on highway with flashing lights Ilustrasi mobil ambulans. (Foto: Istockphoto/OgnjenO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan akan menindak tegas kasus ambulans desa yang digunakan untuk mengangkut kambing dari sebuah pasar hewan di kabupaten setempat. Menurutnya insiden ini adalah kejadian memalukan.

"Ambulans desa yang digunakan untuk mengangkut kambing sementara ditarik dulu dan kepala desa akan diperiksa inspektorat," kata Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati, dikutip dari Antara.

Sebelumnya, sebuah video yang menayangkan ambulans desa yang mengangkut dua ekor kambing, pada Jumat (26/6), menjadi viral di media sosial.


Dalam video yang berdurasi beberapa detik itu diketahui bahwa ambulans desa itu milik Desa Sukorejo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang.

"Nanti Camat harus melakukan pembinaan, agar tidak terulang kembali kejadian yang memalukan tersebut," kata Indah.

Dalam akun media sosialnya, Wabup Lumajang mengaku geram atas perilaku yang sudah mencoreng etika birokrasi tersebut.

"Hari ini beredar foto ambulans desa membawa kambing, perilaku berpemerintahan yang menyimpang dan mencoreng etika. Peringatan untuk seluruh kepala desa agar tidak melakukan hal-hal seperti ini," tulis politikus yang akrab disapa Bunda Indah itu.

Ia menilai perilaku tersebut sudah tidak sesuai dengan jalannya pemerintahan. Menurutnya, pemerintah sejatinya adalah pelayanan masyarakat, sehingga dituntut untuk memberikan pelayanan yang baik, bukan malah sebaliknya.

"Sesuai dengan visi misi bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq, saya akan terus melakukan upaya perbaikan pelayanan melalui reformasi birokrasi," katanya.

Ia menjelaskan pemberian mobil ambulans di setiap desa merupakan program satu desa satu ambulans untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan kesehatan yang digagas mantan Bupati Sjahrazad Masdar.

"Program itu pernah mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan RI, sehingga seharusnya dioptimalkan untuk kepentingan masyarakat," ujarnya.

(Antara/arh)

[Gambas:Video CNN]