Massa Ricuh Madina Bubar, Polisi Usut Kasus Dana Desa

CNN Indonesia | Selasa, 30/06/2020 15:21 WIB
A police line is placed in the middle of the crime scene so that the evidence remains safe Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/Herwin Bahar)
Medan, CNN Indonesia --

Situasi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pasca-bentrok warga dengan aparat keamanan saat ini sudah kondusif. Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) pun sudah bisa dilalui kendaraan.

"Situasi sudah kondusif, arus lalulintas di Jalinsum juga sudah bisa dilalui," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatra Utara Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, dalam keterangannya, Selasa (30/6/).

Ia menjelaskan dalam kerusuhan itu warga memblokade Jalinsum, melakukan tindakan anarkistis dengan melempari petugas pakai batu dan kayu. Bahkan dua unit mobil, satu di antaranya mobil dinas Wakapolres Madina AKBP Elizama Zalukhu, dan beberapa sepeda motor juga dibakar warga.


"Untuk warga yang diamankan belum ada, masih dilakukan penyelidikan," tambah dia.

Selain itu, polisi juga akan menyelidiki penyimpangan pengelolaan Dana Desa Anggaran T.A 2018 - 2020 dan BLT (bantuan langsung tunai) Covid-19 yang diduga dilakukan Kepala Desa Mompang Julu Hendri Hasibuan sebagaimana dalam tuntutan warga.

"Terkait dugaan penyimpangan Dana Desa dan BLT akan diselidiki. Namun kabar terakhir, kepala desanya telah mengundurkan diri," ungkap dia.

Dalam insiden itu, 6 personel Polres Madina mengalami luka-luka saat bersiaga mengamankan aksi demo antara lain AKP J Hutajulu mengalami luka robek pada tulang kering kaki kanan; AIPDA AB Siagian mengalami luka memar di kaki akibat lemparan batu.

Selain itu, Bripda WA Putra terkilir bahu kiri sedangkan Bripka AR Kurniawan mengalami luka robek pada kelopak mata sebelah kiri. Luka dan memar di kepala juga dialami Briptu M. Arif saat turut langsung amankan aksi demo dan Bripka H Sitorus mengalami luka memar di bagian kepala.

"Untuk anggota yang luka-luka, sebagian sudah kembali dari rumah sakit. Selain itu pasukan masih stand by di mako Polres Madina," bebernya.

(fnr/arh)

[Gambas:Video CNN]