Bakamla Akui Kekurangan Kapal untuk Jaga Laut Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 07:10 WIB
Bakamla RI mendukung penuh pelaksanaan Patkor Optima Malindo seri 27A/18 yang telah berlangsung sejak Selasa (7/8), dengan dilibatkannya peran unsur operasi laut, unsur operasi udara, dan pantauan Pusat Informasi Maritim (PIM) Bakamla RI dalam mengamankan Selat Malaka, hingga hari ini, Jumat (10/8/2018). Badan Keamanan Laut (Bakamla) mengaku masih kekurangan kapal untuk menjaga seluruh wilayah perairan Indonesia (Bakamla RI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya TNI Aan Kurnia mengatakan masih kekurangan kapal dalam menjaga wilayah perairan Indonesia. Karenanya, pengawasan wilayah laut masih kurang optimal.

"(Kapal) kurang. Kurang, masih kurang," kata Aan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (30/6).

Aan merinci saat ini Bakamla hanya memiliki 10 kapal besar dan kurang lebih 20 kapal kecil. Kata Aan, jumlah ini tak bisa menjangkau semua perairan Indonesia yang begitu luas.


"Kapal besarnya ada 10, yang kecil-kecil itu ada 20-an," kata Aan.

Aan mengatakan setidaknya perlu ada penambahan kapal hingga 30 untuk ukuran besar. Tentu digunakan untuk mengawasi wilayah perairan Indonesia secara optimal.

Kepala Badan Keamanan Laut, Laksdya Aan Kurnia menyebut dalam Omnibus Law Kelautan segala bentuk penegakan hukum di laut akan dipegang oleh Bakamla, Rabu (19/2).Kepala Badan Keamanan Laut, Laksamana Madya Aan Kurnia mengaku masih kekurangan kapal untuk menjaga wilayah perairan Indonesia (CNN Indonesia/Tiara Sutari)

Ada rencana pembelian kapal di tahun 2021. Akan tetapi, ada pandemi virus corona (Covid-19) yang berdampak pada keuangan negara. Berkenaan dengan hal itu, akan ada hal-hal yang dipertimbangkan lebih lanjut sebelum membeli kapal.

"Ada rencana tahun depan mungkin. Ini kan lagi Covid juga, kan pemerintah lagi susah. Masalah keuangan itu kan harus dipikirkan juga. Sekarang kan lagi fokus menanggulangi saudara-saudara yang terkena Covid," kata Aan.

Andai Bakamla tak bisa membeli kapal dalam waktu dekat, Aan mengatakan ada opsi yang bisa diambil untuk menjaga wilayah perairan Indonesia. Opsi yang dimaksud adalah kerja sama dengan lembaga lain yang ranah kerjanya juga di sektor kelautan.

"Ada penggabungan dari beberapa kementerian lembaga itu bisa mempermudah. Enggak harus beli semua, Enggak usah beli lagi kalau gabung. Ibaratnya sudah ada kapalnya tinggal masuk aja," kata dia.

(tst/bmw/sur)

[Gambas:Video CNN]