Reklamasi Ancol, Relawan Kecewa Anies Langgar Janji Kampanye

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 09:22 WIB
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan berkampanye di kampung nelayan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu, 8 Februari 2017. Kampanye yang dihadiri ratusan warga termasuk nelayan mengangkat isu tolak reklamasi teluk Jakarta. CNN Indonesia/Safir Makki Saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan sempat menentang reklamasi di pantai utara Jakarta karena merugikan nelayan dan lingkungan namun kini memberi izin reklamasi di kawasan Ancol (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Relawan Jaringan Warga (Jawara) Anies-Sandi yang dulu mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu kecewa dengan pemberian izin reklamasi Ancol. Anies dinilai telah melanggar janji kampanye.

Diketahui, pada Pilkada DKI Jakarta lalu Anies-Sandi berjanji menghentikan dan menolak reklamasi di pantai utara Jakarta. Dahulu, mereka menilai reklamasi berdampak buruk pada nelayan dan lingkungan.

"Semoga Pak Anies Baswedan dapat segera membatalkan rencana reklamasi di Ancol dengan membatalkan Kepgub 237 Tahun 2020 agar tidak mengecewakan masyarakat Jakarta khususnya warga di pesisir utara Jakarta," ujar Koordinator Jawara Anies-Sandi, Sanny A. Irsan seperti dilansir dari Antara, Rabu (1/7).


Sanny yakin masyarakat akan menilai reklamasi di kawasan Ancol memberikan dampak buruk terhadap lingkungan. Hak-hak nelayan dan warga pesisir juga jadi terabaikan.

Sanny menduga keputusan gubernur itu berkaitan dengan dua pulau reklamasi di teluk Jakarta, yakni Pulau K (32 Ha) dan Pulau J (320 Ha). Apa pun itu, Sanny berharap Anies lekas membatalkan izin reklamasi di kawasan Ancol.

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3, Anies Baswedan berkampanye di kampung nelayan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu, 8 Februari 2017. Kampanye yang dihadiri ratusan warga termasuk nelayan mengangkat isu tolak reklamasi teluk Jakarta. CNN Indonesia/Safir MakkiDahulu Anies Baswedan kerap melibatkan nelayan saat berkampanye menolak reklamasi di Pilkada DKI Jakarta 2017 (CNN Indonesia/Safir Makki)

Sebelumya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan izin pengembangan kawasan rekreasi untuk PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk dengan total luas 155 hektare.

Izin reklamasi ancol terbit dalam bentuk Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi seluas 35 hektare dan Perluasan Kawasan Rekreasi Taman Impian Jaya Ancol Timur seluas 120 hektare tertanggal 24 Februari 2020.

VP Corporate Secretary PJA, Agung Praptono menjelaskan bahwa perluasan kawasan rekreasi itu untuk menjadikan Ancol bukan hanya kebanggan DKI Jakarta, tetapi juga ikon Indonesia.

Agung mengatakan semua proses dan tahapan sedang dilaksanakan sebagai bagian dari rencana Ancol untuk menjadi kawasan rekreasi terpadu terbesar di Asia Tenggara.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum mau menjelaskan apa pertimbangannya kini membolehkan reklamasi di pantai utara Jakarta. Padahal, saat kampanye dulu, dia menolak keras reklamasi yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

(Antara/bmw/sur)

[Gambas:Video CNN]