Gelontorkan Rp695 T, Jokowi Sebut Dana Corona Bisa Ditambah

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 09:42 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers terkait penangangan COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020). Presiden meminta agar masyarakat Indonesia bekerja, belajar dan beribadah di rumah serta tetap tenang, tidak panik, tetap produktif agar penyebaran COVID-19 ini bisa dihambat dan diberhentikan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras. Presiden Jokowi, dalam upacara HUT Bhayangkara ke-74, meminta Polri mengawasi penggunaan anggaran virus corona (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Joko Widodo memerintahkan Polri untuk terus mengawasi penggunaan anggaran penanganan virus corona (Covid-19). Jokowi mengatakan alokasi anggaran untuk penanganan corona saat ini mencapai Rp695,2 triliun dan masih bisa bertambah.

"Saya perintahkan jajaran Polri, Kejaksaan, KPK untuk terus memperkuat sinergi, kerja sama. Tolong program penanganan Covid dibantu percepatannya," ujar Jokowi saat memberikan sambutan dalam peringatan HUT Bhayangkara Kepolisian di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7).

"Diawasi penggunaan anggarannya yang sampai Rp695,2 triliun dan bahkan bisa lebih besar bila diperlukan," imbuh Jokowi.


Mantan wali kota Solo itu mengingatkan agar jajaran kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya tetap mengutamakan aspek pencegahan. Jika ada potensi masalah yang terjadi harus cepat diingatkan.

Sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2020, biaya penanganan corona dianggarkan sebesar Rp695,2 triliun. Biaya ini di antaranya dianggarkan untuk menangani kesehatan sebesar Rp87,55 triliun, perlindungan sosial berupa bantuan sosial sebesar Rp203,90 triliun, dan bantuan UMKM sebesar Rp123,46 triliun.

Terpisah, Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar Polri mengambil peranan penting untuk memutus mata rantai penularan virus corona (Covid-19) yang mewabah masif di tengah-tengah masyarakat.

"Polri berperan strategis untuk turut memutus mata rantai penularan dan membimbing masyarakat dalam adaptasi kebiasaan baru atau new normal," kata Ma'ruf dalam cuplikan video yang diterbitkan Setwapres RI, Rabu (1/7).

Ma'ruf mengamini bahwa tugas Polri sebagai pengayom atau pelindung masyarakat tidak semudah yang dibayangkan. Terlebih lagi saat ini virus corona tengah mewabah di tengah-tengah masyarakat.

"Semoga Polri makin responsif, proaktif dan profesional dalam mengayomi masyarakat," kata Ma'ruf.

Ma'ruf lalu berharap Polri dan jajarannya dapat terus bersinergi mengawal cita-cita pembangunan nasional yang sudah dicanangkan pemerintah. Tentu agar stabilitas nasional dan kemakmuran rakyat bisa dicapai oleh pemerintah.

"Pada anggota Polri dimanapun anda bertugas saya mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke-74," kata Ma'ruf.

HUT Bhayangkara ke-74 yang jatuh pada hari ini diperingati secara sederhana. Upacara dilakukan di Istana Negara dengan Presiden Jokowi sebagai Inspektur Upacara.

(psp/rzr/bmw/sur)

[Gambas:Video CNN]