Kapolri Minta Maaf Kinerja Polri Belum Sesuai Harapan

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 12:54 WIB
Kapolri Jenderal Idham Azis tak menggubris pertanyaan wartawan tentang kelanjutan penanganan kasus penyidik KPK Novel Baswedan, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/11). Saat HUT Bhayangkara ke-74, Kapolri Jenderal Idham Azis meminta maaf kepada masyarakat karena belum dapat memenuhi harapan. (CNN Indonesia/ Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saat momentum HUT Bhayangkara ke-74 Kapolri Jenderal Idham Azis meminta maaf kepada masyarakat apabila selama bertugas, jajarannya belum dapat memenuhi ekspektasi yang ada.

Dia mengungkapkan hal itu saat memberi sambutan dalam perayaan HUT Bhayangkara ke-74 yang digelar secara virtual dengan jajaran Polda dan Polres dari gedung Bareskrim Polri dan disiarkan langsung di akun Youtube Divisi Humas Polri, Rabu (1/7).

"Saya dalam kesempatan ini juga mohon maaf kepada masyarakat seluruh Indonesia apabila masih ada kinerja atau hal-hal yang belum bisa membuat ekspektasi masyarakat senang sama Polri," kata Idham dalam sambutannya.


Meski demikian, Jenderal polisi berbintang empat itu merasa bahwa dirinya selalu memikirkan untuk bertindak dan berbuat yang terbaik untuk institusi kepolisian.

Dia pun menyinggung penilaian masyarakat terhadap Polri dapat dikatakan baik dengan mencapai 82 persen. Oleh sebab itu, menurut dia hal tersebut perlu dipertahankan.

"Karena itulah modal dasar kami sehingga kami dicintai oleh masyarakat," tambah Idham.

Dalam pidatonya itu pun, Idham juga mengatakan selama ini polisi yang bertindak baik belum tentu dimaknai baik oleh masyarakat. Oleh sebab itu, dia mengingatkan jajarannya agar tidak sekedar baik, melainkan menjadi yang terbaik.

Selepas perayaan HUT Bhayangkara, Idham kembali menyinggung permohonan maaf itu kepada awak media. Harapan dia, meski ke depannya banyak tugas-tugas menumpuk untuk kepolisian, namun nantinya tetap dapat dicintai oleh masyarakat.

"Kami akan benahi (kekurangan institusi), sehingga ke depannya Polri semakin dicintai masyarakat," pungkas dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta dengan tegas agar Polri mengutamakan keselamatan rakyat dalam melakukan penindakan hukum. Menurutnya, tindakan persuasif dan humanis harus diutamakan.

Jokowi menyampaikan itu saat menjadi Inspektur Upacara di hari peringatan HUT Bhayangkara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (1/7).

"Perlu saya tegaskan keselamatan rakyat adalah yang utama, keselamatan rakyat hal tertinggi, lakukan secara persuasif dan humanis," kata Jokowi.

Arahan Jokowi itu bukan berarti meminta Polri menjadi lebih lunak, tapi tetap harus tegas. Selain itu, dia meminta agar Polri menjaga profesionalitas sebagai penegak hukum yang mengutamakan keselamatan rakyat.

(mjo/pmg)

[Gambas:Video CNN]