HUT Bhayangkara, DPR Minta Polri Serius Tangani Kasus Siber

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 13:22 WIB
Calon Kapolri Komjen Idham Azis mengikuti uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) yang digelar Komisi III DPR. Jakarta. Rabu 30 Oktober 2019. Kabareskrim Komjen Idham Azis ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang menjadi Menteri Dalam Negeri di kabinet Indonesia Maju. CNN Indonesia/Andry Novelino Idham Azis saat mengikuti uji kepatutan dan kelayakan calon Kapolri yang digelar Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (30/10/2019). (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah anggota Komisi III DPR RI menyampaikan pesan kepada Polri yang hari ini merayakan HUT Bhayangkara ke-74. Kejahatan siber menjadi sorotan.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengingatkan Polri agar lebih serius menangani masalah kejahatan siber. Menurutnya, saat ini segala bentuk kejahatan banyak bermula dari dunia maya.

"Polisi agar lebih serius menangani permasalahan ini. Saat ini, segala bentuk kejahatan mulai dari pencurian uang, pembobolan data, kejahatan seksual, hingga hoaks banyak yang bermula dari dunia siber," kata Sahroni kepada CNNIndonesia.com, Rabu (1/7).


Di sisi lain, dia menilai Polri telah menunjukkan kinerja yang baik di bidang pemberantasan narkotik dan obat terlarang serta penanganan kasus kriminal lain.

"Dalam hal pemberantasan narkoba, baru-baru ini polisi berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional dengan barang bukti hampir satu ton. Bayangkan akan seperti apa masyarakat kita kalau sabu sebanyak itu sampai nyampe ke masyarakat," ujar Bendahara Umum Partai NasDem itu.

Sementara itu, anggota Komisi Hukum lainnya Didik Mukrianto mengatakan 74 tahun merupakan usia yang cukup matang bagi Polri untuk menjawab harapan masyarakat secara utuh dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat, melindungi, mengayomi dan melayani, serta melakukan penegakan hukum yang transparan dan akuntabel.

Menurutnya, Polri perlu terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar tidak tertinggal oleh kemajuan zaman, di sisi lain hal itu menjadi tantangan buat Polri.

"Seiring dengan globalisasi, modernisasi serta kemajuan teknologi, selain mampu melakukan edukasi yang positif kepada masyarakat, modernisasi dan kemajuan teknologi juga membawa dampak yang cukup mengkhawatirkan dan bisa berpotensi mengganggu sendi-sendi kehidupan masyarakat," tutur Didik.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis saat rilis akhir tahun Polri. Jakarta, Sabtu, 28 Desember 2019. CNNIndonesia/Adhi Wicaksono.Kapolri Jenderal Idham Azis. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Ketua DPP Partai Demokrat itu juga mengingatkan bahwa Polri memiliki tantangan untuk meningkatkan kepercayaan publik. Dia berkata, tanpa kepercayaan dan partisipasi publik, mustahil Polri mampu mewujudkan harapan masyarakat.

Selain itu, lanjutnya, Polri juga harus peka, tanggap, dan responsif terhadap segala bentuk kejahatan termasuk kejahatan yang melibatkan lintas negara dan lintas warga negara seperti narkotika, terorisme, dan korupsi.

"Itu adalah kejahatan luar biasa yang harus mendapat perhatian khusus dari Kepolisian. Selain itu human trafficking, kejahatan siber, kejahatan lingkungan juga patut mendapatkan fokus dari kepolisian, selain kejahatan-kejahatan dan kriminalitas lainnya," katanya.

Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry berharap Polri terus mengembangkan diri untuk tetap menjadi tulang punggung stabilitas nasional. Menurutnya, upaya itu harus dilakukan mengingat pola maupun modus yang dipakai para pelaku kejahatan dalam melancarkan aksi semakin canggih saat ini.

"Cepatnya perubahan di masyarakat serta kecanggihan teknologi kini menjadi tantangan khusus yang mesti bisa direspons dengan baik oleh aparat kepolisian," kata Herman.

Dia pun mengingatkan bahwa polisi yang peka terhadap perubahan serta mampu menjaga suasana kondusif di masyarakat adalah bukti kehadiran negara dalam melindungi serta mengayomi warganya.

(mts/pmg)

[Gambas:Video CNN]