Anies Sebut Ganjil Genap Pasar Tak Efektif Cegah Covid-19

CNN Indonesia | Rabu, 01/07/2020 16:57 WIB
Warga mulai memadati pedagang kaki lima sekitar jalan Jatibaru, Tanah Abang. Jakarta, Minggu, 17 Mei 2020. Meski pemberlakuan PSBB Jakarta belum dicabut, sejumlah warga mulai melakukan aktivitas seperti biasa kembali. Data Kemenkes, 17.000 lebih warga telah positif terinfeksi corona, dengan kasus terbanyak DKI Jakarta dengan 5.881 kasus. CNNIndonesia/Adhi Wicaksono. Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan sistem ganjil genap operasional pedagang di pasar tak mempengaruhi jumlah kedatangan pengunjung di pasar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut pembatasan operasional pasar dengan sistem ganjil genap tidak efektif selama penerapan PSBB transisi.

Dalam pelaksanaannya, kata Anies, metode ganjil genap tak berhasil mempengaruhi kedatangan pengunjung. Kebijakan itu juga bisa disiasati oleh pedagang.

"Praktiknya (penjual) tetap datang. Hari ganjil, penjual genap menitip penjual ke yang ganjil," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (1/7).


Atas dasar itu, Anies memutuskan meniadakan aturan ganjil genap di pasar. Ia lebih memilih melakukan pembatasan jumlah pengunjung.

"Jadi lebih penting kita mengendalikan jumlah orang masuknya daripada kendalikan di dalamnya," ucap Anies.

"Jalan yang dicoba kemarin, ganjil genap ternyata tidak efektif, sekarang kita coba lewat jumlah sambil kita pantau dampaknya," imbuh dia.

Pembatasan jumlah pengunjung pasar akan dilakukan dengan menggandeng TNI dan Polri.

Anggota TNI, Polri serta ASN nantinya bertugas memantau jumlah pengunjung pasar.

Sebelumnya, Anies juga memutuskan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di ibu kota hingga 14 hari ke depan. PSBB transisi di Jakarta telah berlaku sejak 5 Juni lalu.

"PSBB [Transisi] di Jakarta diperpanjang 14 hari ke depan dan akan evaluasi lagi sesudah kita dapat perkembangan terbaru," ujar Anies.

(dis/wis)

[Gambas:Video CNN]