Pemkab Bogor Lacak Warga yang Hadiri Dangdutan Rhoma Irama

CNN Indonesia | Jumat, 03/07/2020 10:12 WIB
Seorang pemudik diamankan polisi saat melintas di Surabaya, Rabu (29/4) karena bersuhu badan tinggi dan membawa surat keterangan RS sebagai ODP. Ilustrasi tim medis khusus penanggulangan virus corona (CNN Indonesia/ Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor tengah melakukan pelacakan atau tracking terhadap siapa saja yang hadir dalam konser Rhoma Irama pada acara khitanan di Desa Cibunian Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu lalu (28/6).

Tracking dilakukan sebelum Dinkes Pemkab Bogor melakukan rapid test atau uji cepat virus corona (Covid-19).

"Sekarang kami menunggu tracking-nya. Nanti kalau kita lihat datanya masuk ke Gugus Tugas Kabupaten Bogor, baru kami tentukan harinya (rapid test)," ujar Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina di Cibinong, Kamis (2/7) seperti dilansir dari Antara.


Tracking ini dilakukan Dinkes Kabupaten Bogor dengan mengerahkan petugas di Kecamatan Pamijahan dan tim Satgas Siaga Corona (Sisca). Mereka akan mendata siapa saja yang hadir dalam acara khitanan yang diselenggarakan oleh warga sekitar bernama Surya Atmaja.

"Pokoknya yang penting kita lihat datanya. Yang utama kontak erat pasti ya. Kedua panitianya mungkin nanti dicek juga. Lalu nanti data-data yang masuk sekarang nih di-tracking nih sama teman-teman puskesmas dan teman-teman kecamatan," ujar Mike.

Mike mengatakan sejauh ini masih belum menentukan tanggal pelaksanaan rapid test untuk mendeteksi virus corona dalam acara yang dihadiri Rhoma Irama. Akan tetapi, dia memastikan peralatan dan tenaga medis bakal siap sedia kapan pun rapid test dilaksanakan.

Sebelumnya, Rhoma Irama dan Soneta dijadwalkan tampil menghibur masyarakat di Kabupaten Bogor. Namun rencana konser itu tidak mendapatkan izin karena dikhawatirkan penyebaran virus corona.

Rhoma sempat menyampaikan pembatalan mengisi acara. Akan tetapi, saat hari-H, dia datang dan menghibur masyarakat yang hadir dari atas panggung. Bupati Bogor Ade Yasin lantas kecewa.

Sejauh ini, Polres Bogor sudah memeriksa tiga saksi terkait acara konser khitanan itu yang dihadiri ribuan orang. Tiga orang saksi yang diperiksa antara lain camat setempat, Surya Atmaja selaku yang menggelar hajatan, dan anggota keluarganya

Hingga kemudian, Hadi Pranoto, anak angkat Surya Atmaja, yakni penyelenggara acara meminta maaf. Dia juga berjanji akan mematuhi proses hukum yang telah berjalan.

"Maaf yang sebesar-besarnya pada Pemda, Gugus Tugas Covid-19 tingkat daerah maupun nasional karena keluarga kami mengadakan acara khitanan di saat Covid-19 masih mewabah di Indonesia," ucapnya

(Antara/bmw/sur)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK