Menggowes Sepeda Sembari Waswas Soal Jarak Sosial & Masker

CNN Indonesia | Minggu, 05/07/2020 11:25 WIB
Suasana Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB/CFD) di Thamrin, Jakarta, pada Minggu (5/7). (CNNIndonesia/Annisa R) Warga asyik menggowes di Kawasan Khusus Pesepeda, Thamrin, Jakarta, pada Minggu (5/7). (CNNIndonesia/Annisa R)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hari pertama pemberlakuan Kawasan Khusus Jalur Pesepeda di 32 titik di DKI Jakarta pada Minggu (5/7) dikeluhkan oleh sejumlah pesepeda di Jalan Jenderal Sudirman yang merasakan minimnya jarak sosial.

"Ini pertama kali saya datang lagi sejak PSBB dan kalau dilhat-lihat sih masih agak berantakan ya [ketertibannya]," kata salah seorang pesepeda, bernama Novan, saat ditemui CNNIndonesia.com.

Novan mengaku sebelumnya memang senang bersepeda, namun dia menghindari kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB/CFD) di Sudirman-Thamrin karena situasinya yang ramai.


"Sebenarnya cukup bagus sih [dibuka jalur khusus pesepeda], jadi ada perhatian untuk orang-orang yang suka bersepeda. Cuma yang perlu diperhatikan mungkin dari pemerintah ada sosialisasi dan edukasi untuk [aturan] bersepeda kali ya," tambah Novan.

Sementara itu, pesepeda lain bernama Hadi mengatakan ia sengaja menghindari kerumunan karena khawatir masih banyaknya orang yang tidak mengindahkan aturan jarak sosial.

"Tadinya saya mau berhenti di depan FX [Sudirman], tapi karena melihat tumpukan pengendara sepeda di sana banyak banget, jadi saya agak menjauh cari tempat agak sepi," ujar Hadi.

Sama halnya dengan Novan, Hadi mengaku memang sudah hobi bersepeda sejak lama.

"Saya emang sudah suka sepedaan, tapi saya menghindari sepedaan di CFD, karena karena terlalu banyak orang. Paling saya hanya lewat Jalan Jenderal Sudirman terus mutar ke Senayan atau ke mana," kata Hadi.

Dia juga menilai pengerahan Satpol PP dirasa efektif untuk mengawasi keramaian dan pelanggaran-pelanggaran seperti tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak sosial, namun ia berharap pengamanan bisa lebih ditingkatkan kembali.

"Satpol PP lumayan efektiflah, tapi kalo ngeliat kerumunannya agak ngeri juga, makanya saya sepedaan sendirian aja," tambah Hadi.

Namun, Hadi juga menyorot penggunaan masker untuk berolahraga, khususnya untuk bersepeda, harus kembali dikaji, mengingat banyaknya kasus gangguan kesehatan karena berolahraga menggunakan masker.


"Kalau sepedaan ngga boleh pake masker kan karena udah banyak kejadian orang-orang yang tiba-tiba [serangan] jantung," kata Hadi.

Dia juga mengimbau masyarakat yang ingin bersepeda harus mengetahui kondisi tubuhnya dengan baik dan tidak ikut bersepeda hanya untuk mengikuti tren, padahal kondisi fisik tidak memungkinkan, misalnya.

(ans/ard)

[Gambas:Video CNN]