Massa Apel Siaga Ganyang Komunis Penuhi Lapangan Ahmad Yani

CNN Indonesia | Minggu, 05/07/2020 13:05 WIB
Sejumlah massa aksi 'Apel Siaga Ganyang Komunis Jabodetabek' sudah memenuhi lapangan Ahmad Yani, Jalan Praja, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7). Sejumlah massa aksi 'Apel Siaga Ganyang Komunis Jabodetabek'. (CNN Indonesia/ Ryan Hadi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah massa aksi 'Apel Siaga Ganyang Komunis Jabodetabek' mendatangi lapangan Ahmad Yani, Jalan Praja, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (5/7).

Aksi ini diikuti sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam seperti Front Pembela Islam (FPI), PA 212, hingga Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Acara 'Apel Siaga Ganyang Komunis' akan dimulai pada pukul 13.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Koordinator Lapangan Maman Suryadi menuturkan rangkaian acara akan diisi dengan upacara, kemudian gelar pasukan, pembacaan teks Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari inspektur upacara (Irup).


Apel akan diakhiri dengan pembacaan doa untuk keselamatan bangsa.

"Tidak ada orasi," kata Maman kepada wartawan, Minggu (5/7).

Maman mengklaim perkiraan jumlah peserta 5.000 orang yang terdiri dari sejumlah ormas islam. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, peserta yang hadir hingga pukul 12.38 WIB belum mencapai jumlah seperti yang diutarakan Maman.

Pihak panitia mengingatkan peserta melalui pengeras suara agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan di tengah masa pandemi Covid-19. Namun, masih ada beberapa peserta yang abai dengan tidak memakai masker dan jaga jarak.

"Untuk peserta menggunakan masker, posisi duduk dikasih jaga jarak, patuhi protokol kesehatan," ujar salah seorang petugas panitia penyelenggara.

"Mohon botol-botol, sampah jangan berserakan. Tolong disingkirkan," tambahnya.

Arus lalu lintas di Jalan Ciputat Raya dan Jalan Praja menjadi tersendat lantaran banyak kendaraan yang memarkir di bahu jalan. Sejumlah petugas kepolisian terlihat mengatur lalu lintas di samping menjaga kegiatan agar berlangsung tertib. Mereka turut dibantu oleh aparat TNI.

Polda Metro Jaya menegaskan jajarannya bakal bertindak tegas jika aksi yang digalang PA 212 bertajuk 'Apel Siaga Ganyang Komunis' berujung ricuh.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, menyatakan pihaknya tidak menerbitkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) terkait acara yang berlangsung di lapangan Ahmad Yani, Minggu (5/7).

"Sekarang kan masih PSBB, protokol kesehatan wajib mereka ikuti, tidak ada ramai-ramai, bakar-bakar misalkan, pasti kita tangkap kalau begitu," ujar Yusri Yunus, Sabtu (4/7) dikutip dari Antara.

(ryn/ugo)

[Gambas:Video CNN]


BACA JUGA