Padang Pantau Corona Mahasiswa, Pangandaran Soroti Wisatawan

CNN Indonesia | Senin, 06/07/2020 01:55 WIB
Rear view of male professor teaching high school students in the classroom. Ilustrasi mahasiswa. (Foto: Istockphoto/skynesher)
Padang, CNN Indonesia --

Pemerintah Kota Padang, Sumatra Barat, mewaspadai masuknya kasus impor Covid-19 yang dibawa oleh mahasiswa baru. Sementara, Pangandaran diminta memantau aktivitas wisata yang potensial jadi penyebar Virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani, mengatakan pihaknya memprediksi kasus impor terus terjadi karena tidak lama lagi akan ada tes masuk perguruan tinggi. Dengan begitu, banyak orang yang masuk ke Padang, khususnya mahasiswa.

"Akan banyak yang datang. Ini akan jadi potensi [kasus] baru," ujar Feri di Balai Kota Padang setelah rapat, Minggu (5/7).


Diketahui, Padang, yang merupakan kota pendidikan, setiap tahunnya kedatangan ribuan mahasiswa baru dari berbagai provinsi.

Oleh karena itu, Feri berharap penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi tidak lagi dilakukan secara manual, tetapi masih dalam jaringan (daring/online).

"Ini untuk mengantisipasi pertemuan secara berkelompok para calon mahasiswa setelah ujian," ucapnya.

Wali Kota Padang Mahyeldi mengatakan terdapat dua kasus positif Covid-19 yang dibawa oleh orang yang baru pulang dari Medan dan Surabaya.

Infografis Daerah Kasus Tertinggi dan Terendah CoronaFoto: Infografis Daerah Kasus Tertinggi dan Terendah Corona

Oleh sebab itu, kata Mahyeldi, Pemerintah Kota Padang akan memantau secara saksama orang yang masuk ke kota tersebut dengan mengajak semua ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).

Terpisah, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Ridwan Kamil meminta warga Kabupaten Pangandaran untuk tetap waspada terhadap potensi penularan Virus Corona karena wilayahnya sudah dipadati wisatawan.

"Kewaspadaan terhadap Covid-19 ini ibaratnya seperti ronda, 24 jam tidak boleh lengah," kata pria yang karib disapa Emil itu saat meninjau protokol kesehatan di objek wisata Pantai Pangandaran, Minggu (5/7).

Emil menambahkan Pantai Pangandaran berisiko terhadap penyebaran Virus Corona jika protokol kesehatan diabaikan. Kasus baru di Pangandaran pun tercatat dari wisatawan dan warga lokal yang bepergian ke daerah episentrum Covid-19.

"Pangandaran ini destinasi pariwisata maka pastilah ancaman Covid-19-nya besar bila kita lengah. Karena itu saya titip ke Bapak bupati untuk terus meningkatkan komunikasi kepada warganya terkait potensi ini," ucapnya.

(adb/hyg/arh)

[Gambas:Video CNN]