Data Kawal Covid-19: 6.173 PDP dan 434 ODP Meninggal Dunia

CNN Indonesia | Selasa, 07/07/2020 13:47 WIB
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien COVID-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Senin (30/3/2020). Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto per Senin (30/3/2020) pukul 12.00 WIB menyatakan jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 1.414  kasus, pasien yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 75 orang, sementara kasus kematian bertambah delapan orang dari sebelumnya 114 orang menjadi 122 orang. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc. Ilustrasi pasien corona meninggal dunia (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim relawan Kawal Covid-19 mencatat ada 6.173 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 434 orang dalam pemantauan (ODP) virus corona di Indonesia yang meninggal dunia per 6 Juli. Data tersebut tidak pernah diungkapkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Berdasarkan data Kawal Covid-19, PDP meninggal dunia paling banyak terdapat di DKI Jakarta, yakni 2.004 pasien. Diikuti Jawa Timur dengan 1.355 PDP meninggal dunia.

ODP meninggal dunia paling banyak berada di Jawa Timur. Ada 181 ODP meninggal dunia. Kedua terbanyak ada di Jakarta, dengan 148 orang meninggal dunia.


Elina lantas menyayangkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang selama ini hanya mengumumkan jumlah kasus kematian pasien positif corona setiap hari. Menurutnya, PDP dan ODP yang meninggal dunia di berbagai daerah juga perlu disampaikan setiap hari.

"Tidak melaporkan kematian mereka [pemerintah] berarti mengecilkan efek dan skala wabah ini di Indonesia, yang efeknya ya masyarakat pun jadi menggampangkan," kata Elina.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menyebut angka kematian Covid-19 termasuk kematian yang disebabkan oleh kondisi klinis dengan indikasi atau gejala Covid-19. Tidak hanya mereka yang sudah dinyatakan positif terinfeksi.

Kondisi klinis yang dimaksud antara lain kesulitan bernapas, kegagalan sistem pernapasan, dan pneumonia meski pasien belum dinyatakan positif.

"Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Indonesia seharusnya masuk dalam kategori memiliki kondisi klinis tersebut," kata Elina.

Setiap hari, Juru Bicara Achmad Yurianto selalu menyampaikan perkembangan kasus positif Covid-19, pasien yang sembuh dan meninggal dunia.

Jumlah PDP dan ODP dan spesimen yang telah diperiksa juga disampaikan. Akan tetapi, dia tidak pernah menyampaikan jumlah PDP dan ODP yang meninggal dunia. Hanya pasien positif meninggal dunia yang dipaparkan.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengamini pihaknya memang tidak menyampaikan data PDP dan ODP yang meninggal dunia. Hanya pasien positif meninggal dunia yang disampaikan setiap hari.

"Meninggal dari kasus positif," kata Wiku melalui pesan singkat, Selasa (7/7).

Wiku mengatakan PDP dan ODP yang meninggal dunia tidak diperiksa lebih lanjut. Alasannya, ada begitu banyak spesimen yang mengantre untuk diperiksa di laboratorium.

"Jika mereka (laboratorium) memiliki ribuan atau ratusan sampel yang perlu mereka uji, mana yang akan mereka berikan prioritas? Mereka memberikan prioritas kepada orang-orang yang masih hidup," ucap Wiku.

(mln/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]