Lurah Grogol Selatan Bantah Spesialkan Djoko Tjandra Urus KTP

CNN Indonesia | Rabu, 08/07/2020 00:43 WIB
Lurah Grogol Selatan, Asep Subahan, Senin (7/7). Lurah Grogol Selatan, Jakarta, Asep Subahan membantah mengistimewakan buronan Djoko Tjandra hingga bisa membuat E-KTP baru dalam waktu 30 menit (CNN Indonesia/Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lurah Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Asep Subahan membantah telah memberi pelayanan khusus kepada buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandra saat mengurus pembuatan E-KTP.

Saat menerima Djoko beserta tiga orang lainnya di Kantor Lurah, Asep mengaku tak tahu menahu soal status buron Djoko. Saat itu dia memposisikan Djoko seperti warga lain pada umumnya.

"Kami beranggapan dia warga biasa yang membutuhkan pelayanan, ya kami layani. Jadi tidak ada istilahnya kita mengistimewakan dia," kata Asep kepada wartawan, Selasa (7/7).


Djoko bersama kuasa hukumnya, Anita diketahui mendatangi Kelurahan Grogol Selatan pada 8 Juni lalu untuk membuat E-KTP baru. Data identitas Kependudukan tersebut digunakan Djoko untuk mengajukan sidang gugatan Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada hari yang sama.

Asep mengaku memang sempat mengantar Djoko ke ruang satuan pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berada di Kantor Kelurahan. Kata Asep, hal itu ia lakukan sebatas menjalankan tugas sebagai lurah terhadap warga yang membutuhkan layanan. Bukan bentuk pelayanan khusus.

Asep mengaku juga tak berbicara langsung dengan Djoko saat diantar ke ruang Disdukcapil. Ia hanya sempat mengobrol dengan Kuasa Hukum yang mengantar Djoko ke kantornya tersebut.

"Say hello saja untuk proses dia selaku kuasa hukum," ujar Asep.

Asep juga membantah pihaknya secara mendadak mencetak E-KTP milik Djoko. Kata dia, pihak Dukcapil di Kelurahan hanya merekam data Djoko untuk memperbarui KTP lama milik Djoko menjadi e-KTP.

Hal itu ia lakukan sebab data Djoko masih terbaca oleh sistem pencatatan milik Kemendagri. Data dalam sistem juga tak mencatat bahwa Djoko merupakan buronan Kejaksaan Agung.

"Kalau saya tahu itu buronan, saya minta advice dulu ke pimpinan," katanya.

Gelagat, perangai, dan tindak tanduk Djoko juga Asep perhatikan saat mendatangi Kantor Kelurahan. Menurutnya, tak ada yang patut dicurigai.

Djoko datang ke kelurahan dalam keadaan sehat. Ia mengenakan setelan jas dengan didampingi kuasa hukum, supir, dan satu orang yang ia duga sebagai pengawalnya.

Asep mengaku melihat Djoko seperti warga biasa. Ia juga tak sampai memperhatikan kendaraan yang ditumpangi Djoko ketika itu, termasuk dirinya yang tak sampai berbicara langsung dengan Djoko.

"Ya seperti kebanyakan warga lah, dia pakai jas, cuma itu saja. Saya antar sampai pintu kelurahan, saya juga nggak perhatikan mobilnya apa.

Penuturan Warga

Sementara itu, sejumlah warga menuturkan proses pembuatan E-KTP di Kelurahan Grogol Selatan. Herman (42), warga RT 06 RT 01 mengaku membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk proses pembuatan e-KTP miliknya.

Ditemui di Kantor Kelurahan, Herman yang ditemani bersama istrinya mengaku baru sempat mengambil E-KTP yang mestinya bisa diambil pada Januari lalu sejak didaftarkan pada bulan November sebelumnya.

Herman mengatakan pembuatan ulang E-KTP tersebut karena ada salah huruf pada namanya.

"Harusnya itu mengambil Januari. November proses, ngambil Januari. Tapi karena ada Corona kita enggak bisa ngambil. Baru-baru ini mengambil," kata Herman.

Lain Herman, lain Tari (30). Ditemui di ruang Satuan Pelayanan Dukcapil Kelurahan Grogol Selatan, ia mengaku proses pembuatan ulang E-KTP miliknya hanya butuh waktu sehari.

Tari mengaku mengajukan proses pembuatan e-KTP miliknya pada Senin (6/7) pagi kemarin, lantaran e-KTP dirinya hilang. Oleh petugas Dukcapil kelurahan, ia lalu diminta untuk mengambil sore hari. Namun, ia baru sempat mengambilnya sehari kemudian pada Selasa (7/7) esoknya.

"Baru kemarin bikin. Karena KTP saya ilang. Terus sore suruh balik. Daftar setengah 7 ke sini. Terus katanya suruh balik besok pagi," kata dia.

(bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]