Tes Massal Dua Klaster Baru di Jabar Ditargetkan Pekan Depan

CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 12:09 WIB
Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga saat Rapid Test COVID-19 secara Drive-Thru di Taman Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2020). Sedikitnya 700 warga Kota Bandung mengikuti Rapid Test tersebut guna memastikan kesehatannya dan mengantisipasi penyebaran COVID-19 di Bandung. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/wsj. Petugas kesehatan mengambil sampel untuk tes risiko Covid-19 di Kota Bandung. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)
Bandung, CNN Indonesia --

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (Jabar) Berli Hamdani mengatakan pihaknya akan melakukan tes masif di dua klaster baru penyebaran virus corona di provinsi itu.

Dua klaster baru tersebut yakni klaster industri dan klaster institusi pendidikan kenegaraan di Bandung raya.

Klaster pertama merupakan pabrik PT Unilever di Bekasi. Sedangkan, klaster kedua yang sudah teridentifikasi di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD). Berli menargetkan pelacakan di dua klaster tersebut selesai pekan depan.


"Mudah-mudahan paling lambat minggu depan sudah menyelesaikan semua klaster. Kami juga intens mencegah munculnya klaster baru dengan meningkatkan pengetesan masif," katanya, Rabu (8/7).

Menurut Berli, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar akan menggelar tes masif di sekitar 23 institusi pendidikan kenegaraan di Jabar.

"Kami akan identifikasi mana-mana yang harus dilakukan pemeriksaan. Untuk selanjutnya, nanti akan dikunjungi petugas kesehatan, baik dari gugus tugas provinsi, kabupaten/kota setempat, bahkan puskesmas," ucapnya.

Pengetesan dan pelacakan perlu dilakukan secara intens untuk mengidentifikasi klaster baru sekaligus mencegah sebaran Covid-19 di tempat-tempat rawan penularan seperti pasar, asrama, stasiun, industri, dan destinasi wisata.

Selain konsisten meningkatkan pelacakan, perlu dilakukan pengetesan, dan isolasi. Pasalnya, tiga hal tersebut merupakan kunci penanganan Covid-19.

"Kami akan melakukan identifikasi terhadap potensi-potensi penyebaran, baik melalui klaster maupun penyebaran yang ada di masyarakat, dengan melakukan pengetesan yang lebih masif lagi," kata Berli.

Ia menyatakan, Gugus Tugas Jabar berupaya memenuhi standar pengetesan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni 10.000-15.000 swab test dengan metode PCR dalam satu minggu. Penguatan kesiapan laboratorium pun dilakukan, supaya tes masif berjalan optimal.

Berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) pada Rabu (8/7) pukul 20.21 WIB, jumlah pasien positif Covid-19 yakni 3.878 orang, 1.912 pasien positif aktif, dan 182 meninggal dunia.

Sementara, 1.784 pasien Covid-19 sudah dinyatakan sembuh.

Sedangkan, pada kategori pasien dalam pengawasan (PDP) jumlah keseluruhan sementara 10.894, selesai pengawasan 9.618 orang, dan pasien masih dalam pengawasan sebanyak 1.276 orang.

Untuk orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 55.722 orang, selesai pemantauan sebanyak 53.462 orang, dan orang masih dalam pemantauan sebanyak 2.260 orang.

(hyg/kid)

[Gambas:Video CNN]