Ma'ruf: Kita Tak Tahu Kapan Vaksin Corona Tersedia

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 02:55 WIB
Wapres RI Ma’ruf Amin di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (29/1). Wapres RI Ma’ruf Amin. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut semua pihak masih tak mengetahui kapan vaksin virus corona (Covid-19) efektif bisa tersedia. Atas dasar itu, kenormalan baru atau new normal diberlakukan.

Ma'ruf menyebut ketidakjelasan vaksin itu menjadi dilema bagi pemerintah bila, karena jika hanya mengatasi persoalan kesehatan, maka perekonomian semakin terpuruk.

"Bila hanya kesehatan yang kita atasi, kita tidak tahu sampai kapan obat atau vaksin yang efektif benar-benar akan tersedia. Sementara itu ekonomi akan makin terpuruk," kata Ma'ruf saat memberikan kuliah umum bagi peserta PPRA 60 dan 61 Lemhanas melalui teleconference, Kamis (9/7).


Melihat persoalan tersebut, Ma'ruf menyatakan pemerintah memutuskan untuk menerapkan tatanan baru atau new normal dengan sejumlah protokol kesehatan yang aman dari virus corona. Dengan new normal itu, ia memandang masyarakat bisa beraktivitas menjalankan roda perekonomian dengan mematuhi protokol kesehatan.

Ia pun menyinggung WHO yang menyampaikan empat prasyarat new normal bisa dilakukan di suatu negara. Pertama, kata dia, penularan virus sudah terkendali. Lalu tersedianya layanan dan sistem kesehatan yang memadai dan kemampuan melakukan pelacakan melalui testing.

"Lalu, perubahan perilaku masyarakat dalam tatanan baru," kata dia.

Selain itu, Ma'ruf menganggap virus corona sebagai musuh bersama yang harus dihadapi. Karena corona telah menyebabkan daya rusak yang bersifat multidimensi terhadap sektor kesehatan dan perekonomian Indonesia.

"Menghadapi kedua ancaman tersebut secara bersamaan adalah suatu keniscayaan," kata dia.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia saat ini masih melakukan riset untuk menemukan vaksin virus corona. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bahkan sempat memprediksi vaksin virus corona buatan Kementerian Riset dan Teknologi baru akan rampung pada akhir 2021 mendatang.

Sementara penggunaan vaksin secara massal, menurut skenario pemerintah, baru bisa dilakukan pada 2022 atau 2023 mendatang.

Meski begitu, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan pengembangan vaksin virus corona saat ini masih menghadapi tantangan berupa tingkat kompleksitas penyakit.

(rzr/osc)

[Gambas:Video CNN]