Doni Monardo: Kasus Corona di Secapa AD Bandung Mayoritas OTG

CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 20:27 WIB
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (Bank BNI) berkolaborasi dengan jaringan Rumah Sakit Bunda dan JSK Group menggelar swab test Covid-19 secara gratis untuk 30.000 orang di area parkir selatan GBK, Jakarta, Kamis (21/5/2020). CNN Indonesia/Andry Novelino Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menyebut mayoritas kasus positif virus corona di Secapa TNI AD Bandung, Jawa Barat, berstatus tanpa gejala. Ilustrasi (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menyatakan sebagian besar pasien positif virus corona (Covid-19) di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD) Bandung, Jawa Barat, adalah Orang Tanpa Gejala (OTG). Kasus positif dari Secapa TNI AD Bandung mencapai 1.262 orang.

"Hari ini kasus terkonfirmasi positif lampaui 2 ribu kasus, paling besar dari klaster pendidikan TNI AD di Bandung. Sebagian besar yang terinfeksi adalah OTG," ujar Doni di sela kunjungan kerja bersama Presiden Joko Widodo di Kalimantan Tengah, Kamis (9/7).

Doni menyebut hanya 17 orang yang harus dirawat di rumah sakit dengan gejala ringan dan sedang. Sementara siswa lainnya yang terinfeksi positif dalam kondisi sehat dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari.


Jenderal TNI bintang itu mengatakan kompleks Secapa AD Bandung saat ini telah dikarantina wilayah untuk mencegah penyebaran virus corona ke daerah sekitarnya.

"Isolasi menyeluruh para siswa dan keluarga yang terpapar. Kemudian tidak ada lagi yang memberi izin ke siapapun untuk memasuki areal tersebut. Jadi karantina lokal," ujarnya.

Menurut Doni, banyaknya temuan kasus positif di Secapa AD tak lepas dari jumlah tes yang juga meningkat. Meski demikian, secara umum kondisi para siswa tergolong membaik.

"Artinya konsekuensi makin banyak yang diperiksa otomatis semakin banyak kemungkinan kasus positif," ujarnya.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat kepala BNPB itu menyebut angka kematian pasien positif cenderung stagnan meskipun kasus positif meningkat. Bahkan, menurutnya, angka kematian relatif tak jauh berbeda dengan periode sebelum perayaan lebaran.

"Jadi di kisaran 30, 40, 50 per hari. Memang pernah 81 tapi sisanya semua di bawah itu," katanya.

Doni menegaskan pihaknya tak segan memperketat kembali wilayah yang kasusnya meningkat. Jabar sendiri diketahui perkembangan kasusnya sempat membaik dan jumlah zona hijau corona bertambah.

Menurut Doni, sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika ada kasus baru maka harus segera diperketat.

"Ini pentingnya kepemimpinan, manajemen krisis yang harus diterapkan pimpinan daerah. Begitu ada kasus melonjak, otomatis diketatkan, dibatasi kembali," ujarnya.

Hingga hari ini, kasus positif virus corona telah mencapai 70.736 orang. Sebanyak 32.651 orang dinyatakan sembuh dan 3.417 orang lainnya meninggal dunia. Jawa Timur masih menjadi provinsi dengan kasus positif tertinggi disusul DKI Jakarta.

(psp/fra)

[Gambas:Video CNN]