1.262 Positif Corona, Secapa AD Bandung Dikarantina Wilayah

CNN Indonesia | Kamis, 09/07/2020 17:07 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto berjalan usai memberikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Berdasarkan data pemerintah hingga Kamis (19/3), jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 309 kasus di 16 provinsi se-Indonesia, sementara jumlah pasien sembuh mencapai 15 orang dan kasus meninggal dunia mencapai 25 orang. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto memaparkan temuan sebanyak 1.262 kasus positif virus corona (Covid-19) yang berasal dari Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD) di Kota Bandung, Jawa Barat.

Ia mengatakan atas dasar temuan itu, kompleks Secapa TNI AD yang berada di kawasan Hegarmanah, Bandung itu pun telah dilakukan karantina wilayah. Institusi pendidikan negara itu pun menjadi klaster penularan Covid-19 yang baru di wilayah Jabar.

"Penambahan yang cukup banyak untuk Provinsi Jawa Barat didapatkan dari klaster yang sudah selesai kita lakukan penyelidikan epidemiologi sejak 29 Juni, yaitu klaster di Secapa TNI AD. Total, di sini [positif] 1.262 orang," kata Yurianto dalam keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (9/7).


Yurianto mengatakan dari 1.262 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu, terdiri dari peserta didik dan beberapa tenaga pelatih. Ia menyebut, hanya 17 orang dari total itu yang menjalani isolasi di rumah sakit karena mengalami keluhan demam dan batuk.

"Sisanya 1.245 orang tanpa keluhan apapun dan saat ini semuanya kita karantina di wilayah pendidikan Secapa Bandung. Seluruh komplek Secapa kita lakukan isolasi dan karantina," kata pria yang juga Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan tersebut.

Meskipun demikian, Yurianto meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Sebab, proses karantina dilakukan secara ketat dengan melarang adanya pergerakan orang keluar dan masuk area yang dibatasi.

Proses pemantauan karantina itu, kata Yurianto, dilakukan unsur kesehatan Kodam III/Siliwangi, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dan Dinas Kesehatan Kota Bandung.

"Oleh karena itu kami memastikan bahwa tidak akan terjadi penularan keluar kompleks, karena kita menjaga ketat. Agar betul-betul pelaksanaan karantina kewilayahaan bisa dijalankan secara maksimal," ucap pria yang mengawali karier sebagai dokter militer pada 1987 silam itu.

Klaster Secapa, Gugas Jabar Koordinasi dengan TNI AD

Sementara itu di Bandung, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak TNI AD dalam penanganan klaster Sekolah Calon Perwira (Secapa).

Sekretaris Gugus Tugas Jabar Daud Achmad mengatakan, penanganan berupa pelacakan kontak hingga tes masif saat ini dilakukan secara internal oleh pihak terkait.

"Saya kira bahwa penanganan itu ditangani langsung oleh pihak TNI AD termasuk pelacakan dan tindak lanjutnya juga sebagaimana kemarin sudah disampaikan oleh Pak Gubernur dan kami masih konfirmasi terus mengenai hal ini [klaster]," ucap Daud dalam konferensi pers, Kamis.

Ia memastikan yang terkonfirmasi positif dan terkaitnya pun dari klaster Secapa TNI AD itu akan masuk ke data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar).

"Tetap masuk (Pikobar), ODP dan PDP-nya juga," ujarnya.

Terkait penanganan di luar lingkungan Secapa TNI AD seperti wilayah permukiman warga sekitar, Daud menyatakan hal itu menjadi kewenangan Pemerintah Kota Bandung.

"Itu wilayahnya Kota Bandung. Imbauannya masyarakat tetap waspada," tuturnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengumumkan klaster baru Covid-19 di dua zona, yakni industri dan institusi pendidikan kenegaraan. Dua klaster itu kini menjadi perhatian serius pemerintah provinsi Jabar.

Klaster industri berada di pabrik Unilever di Kabupaten Bekasi. Sedangkan, klaster kedua merupakan klaster institusi pendidikan yaitu Secapa TNI AD.

Kemarin, Kadinkes Jabar Berli Hamdani menuturkan di kawasan Secapa AD juga sudah dilaksanakan penyemprotan disinfektan.

(yoa, hyg/kid)

[Gambas:Video CNN]