Fadli Zon Singgung Reshuffle di Aksi Yasonna ke Maria Lumowa

CNN Indonesia | Jumat, 10/07/2020 05:40 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon  saat bedah buku Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menyoroti perbedaan pola penanganan Menkumham Yasonna Laoly antara buron Maria Pauline Lumowa dan Djoko Tjandra.

Fadli mengatakan Djoko seperti mendapatkan perlakuan khusus karena bisa pulang ke Indonesia tanpa terdeteksi, bahkan mulus merekam E-KTP tanpa kendala.

"Jangan sampai nanti orang menduga karena orang berlomba-lomba menonjolkan prestasinya karena takut [kena] reshuffle gitu," kata Fadli Zon kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Kamis (9/7).


Fadli meminta Yasonna memberikan perlakuan yang sama terhadap Djoko agar publik tidak menduga demikian.

"Kelihatan sekali ada perbedaan," kata Fadli.

Fadli menyatakan bahwa Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kemenkumham harus menjelaskan penyebab Djoko bisa pulang ke Indonesia tanpa terdeteksi. Dia meminta Ditjen Imigrasi Kemenkumham harus bertanggung jawab atas kelalaian ini.

"Jadi, tidak mungkin bisa lolos kalau imigrasinya tidak aware terhadap keluar masuk orang," ucap Fadli.

Dia menambahkan lolosnya Djoko hingga bisa melakukan perekaman e-KTP menunjukkan bahwa sistem di Indonesia sangat rentan dan mudah diintervensi.

"Itu menunjukkan bahwa sistem kita, termasuk data kependudukan kita begitu rentan, begitu mudah untuk diintervensi, dibajak," tutur anggota Komisi I DPR RI itu.

Sebelumnya, Yasonna menegaskan kedatangan Djoko tak terekam dalam data perlintasan sistem keimigrasian. Ia mengklaim bersama Kejagung tengah memburu Djoko yang merupakan Direktur PT Era Giat Prima (EGP).

"Tentang Djoko Tjandra, Kejaksaan sedang memburu, kita bekerja sama. Kemarin ada info masuk di Indonesia, kita cek data perlintasan sama sekali enggak ada. Biar jadi penelitian selanjutnya," kata Yasonna saat memberikan keterangan pers di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7).

Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) menuding ekstradisi Maria menjadi upaya Yasonna Laoly menutupi rasa malu atas peristiwa lolosnya Harun Masiku dan Djoko dari sistem keimigrasian.

"Ekstradisi Maria Pauline Lumowa untuk menutupi malu atas bobolnya Djoko Soegiarto Tjandra dan Harun Masiku," ujar Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, kepada CNNIndonesia.com, Kamis (9/7).

(mts/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK