Djoko Tjandra Belum Ditangkap, DPR Bakal Cecar Pemerintah

CNN Indonesia | Sabtu, 11/07/2020 04:37 WIB
Wakil Ketua MPR sekaligus Sekjen PPP, Arsul Sani, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat (13/12).
-- Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon).
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mengatakan pihaknya bakal memanggil perwakilan pemerintah, yakni Kementerian Hukum dan HAM soal perkembangan Djoko Tjandra.

Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali itu hingga kini belum ditangkap. Akan tetapi di saat hampir bersamaan, Menkumham berhasil mengekstradisi pembobol kredit BNI Rp1,7 Triliun Maria Pauline Lumowa dari Serbia.

Komisi III pada kesempatan itu nanti bakal mencecar alasan kenapa Maria berhasil ditangkap sementara Djoko Tjandra masih berkeliaran bebas.


"Kita akan tanyakan, 'Kok you bisa dapat ini (Maria)? Kok you yang ini (Djoko) enggak bisa? Apa masalahnya?" kata Arsul saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (10/7).

Namun hingga saat ini belum ada jadwal pasti terkait rapat tersebut.

Meski demikian, politikus PPP itu mengapresiasi pencapaian pemerintah dalam meringkus Maria. Namun ia juga tidak menampik ada anggapan di publik bahwa kasus ini mengalihkan kasus Djoko Tjandra.

"Nanti kita akan tanyakan dulu soal Maria Lumowa, apakah pengalihan isu apa enggak. Tapi sementara ini kalau ada yang ditangkap kan harus diapresiasi," ucap Arsul.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia berhasil membawa pulang pembobol kredit BNI Rp1,7 Triliun Maria Pauline Lumowa yang telah buron selama 17 tahun. Maria dibawa dari Serbia setelah terjadi persetujuan ekstradisi antara dua negara.

Namun di saat bersamaan, buronan kasus Bank Bali Djoko Tjandra belum diringkus. Padahal Jaksa Agung ST Burhanuddin menyebut Djoko Tjandra sudah ada di Jakarta selama tiga bulan.

"Tentang Djoko Tjandra, Kejaksaan sedang memburu, kita bekerja sama. Kemarin ada info masuk di Indonesia, kita cek data perlintasan sama sekali enggak ada. Biar jadi penelitian selanjutnya," kata Menkumham Yasonna Laoly saat jumpa pers ekstradisi Maria Lumowa di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis (9/7).

(dhf/osc)

[Gambas:Video CNN]