DPR Ingin WN Prancis Pencabulan 305 Anak Dihukum Maksimal

CNN Indonesia | Sabtu, 11/07/2020 04:50 WIB
Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani memberikan keterangan pada wartawan. Jakarta, Sabtu, 16 Maret 2019.  CNNIndonesia/Adhi Wicaksono. Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani meminta lembaga penegak hukum di Indonesia belajar dari kasus Reynhard Sinaga dalam menangani perkara pencabulan 305 anak yang dilakukan warga negara Prancis, Francois Abello Camille.

Arsul mengatakan Inggris bisa menghukum predator seks seperti Reynhard dengan vonis maksimal. Dia berharap Indonesia bisa melakukan hal yang sama.

"Kita kan ingat ada warga negara kita yang disebut sexual monster, Reynhard Sinaga di Inggris. Ya artinya kita ingin sistem hukum kita bekerja seperti sistem hukum Inggris bekerja," kata Arsul saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (10/7).


Selain dalam vonis, Arsul juga berharap Indonesia bisa meniru cara Inggris memperlakukan predator seks. Misalnya dengan menahan sang WN Perancis di penjara khusus.

Hal itu serupa dengan perlakuan Inggris terhadap Reynhard. Ia kini mendekam di sel tunggal dengan keamanan maksimal di penjara Wakefield.

"Nah itu sistem pemasyarakatan sudah mengaturnya kalau itu adalah kejahatan kan bisa saja ditempatkan di penjara SMS, super maximum security," tuturnya.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya meringkus seorang warga negara Perancis bernama Francois Abello Camille alias Frans dalam kasus eksploitasi anak di bawah umur.

Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana menyebut Frans kerap mencari korban di pusat perbelanjaan maupun jalanan. Frans kemudian merayu korban dengan menawarkan pekerjaan sebagai model.

(dhf/osc)

[Gambas:Video CNN]