Kemenag Terapkan Kurikulum Baru Pelajaran PAI di Madrasah

CNN Indonesia | Sabtu, 11/07/2020 10:17 WIB
Para murid kelas 1-A sedang belajar di Madrasah Al Ihsan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa, 9 Agustus 2016. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengusulkan full day school kepada SD dan SMP negeri maupun swasta. CNN Indonesia/Gautama Padmacinta. Para murid kelas 1-A sedang belajar di Madrasah Al Ihsan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa, 9 Agustus 2016. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengusulkan full day school kepada SD dan SMP negeri maupun swasta. (CNN Indonesia/Gautama Padmacinta)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi akan memberlakukan kurikulum baru untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab di madrasah tahun ajaran 2020/2021.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, A Umar menyatakan pihaknya telah menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) No 183 tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah, serta KMA 184 tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah.

Umar menyebut bahwa KMA Nomor 183/2019 itu akan menggantikan kurikulum lama, dalam KMA Nomor 165 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab.


"Dengan berlakunya KMA 183/2019 dan KMA 184/2019, maka mulai tahun pelajaran 2020/2021 KMA 165/2014 sudah tidak berlaku lagi," demikian bunyi keputusan surat yang ditandatani Umar tertanggal 10 Juli itu.

Penerapan kurikulum baru tersebut secara resmi berlaku di madrasah untuk tahun pelajaran baru 2020/2021 yang secara serentak akan dimulai pada 13 Juli.

Lebih lanjut, masih merujuk surat keputusan tersebut, disebutkan bahwa pemberlakukan KMA 183/2019 akan diterapkan untuk madrasah mulai tingkat Ibtidaiyah (dasar) hingga Aliyah (atas).

Sementara untuk tingkat raudhatul athfal (TK) masih menggunakan KMA Nomor 792 Tahun 2018 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum raudhatul athfal.

Namun demikian, kata Umar, mata pelajaran PAI dan Bahasa Arab pada KMA 183/2019 tak berbeda dengan yang ada dalam KMA 165 Tahun 2014. Mata Pelajaran itu mencakup Quran Hadist, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab.

"Jadi, beda KMA 183 dan 165 lebih pada adanya perbaikan substansi materi pelajaran karena disesuaikan dengan perkembangan kehidupan abad 21," jelas Umar.

"Kemenag juga sudah menyiapkan materi pembelajaran PAI dan Bahasa Arab yang baru ini sehingga baik guru dan peserta didik tidak perlu untuk membelinya. Buku-buku tersebut bisa diakses dalam website e-learning madrasah," ucap dia.

(thr/fea)

[Gambas:Video CNN]