Nihil Pasien ODP Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet

Antara, CNN Indonesia | Sabtu, 11/07/2020 14:20 WIB
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). Pemerintah menyiapkan Wisma Atlet Kemayoran sebagai rumah sakit darurat penanganan virus COVID-19 serta akan menjadi rumah isolasi bagi pasien yang rencannya akan digunakan pada hari ini, Sabtu (21/3/2020). Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) bersiap melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 yang menjalani perawatan di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, tercatat nihil. Data itu berdasarkan laporan yang tercatat pada pukul 08.00 WIB Sabtu (11/7).

"Berdasarkan laporan perkembangan jumlah pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet, pada Sabtu (11/7) sampai dengan pukul 08.00 WIB, pasien ODP tercatat nihil," ujar Perwira Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I TNI, Kolonel (Marinir) Aris Mudian di Jakarta, dikutip Antara.

Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjalani rawat inap di RS Darurat Wisma Atlet saat ini berjumlah satu orang, berkurang dua orang dari hari sebelumnya yang berjumlah tiga pasien.


Pasien positif Covid-19 yang dirawat inap berdasarkan hasil tes usap kini berjumlah 1.050 orang. Jumlah itu berkurang 67 orang dari hari sebelumnya, yakni 1.117 orang.

Sedangkan pasien yang dinyatakan reaktif dari hasil tes cepat kini sebanyak 94 orang. Jumlah itu bertambah 65 orang dibanding hari sebelumnya yakni 29 orang.

Secara keseluruhan, pasien yang menjalani rawat inap di RS Darurat Wisma Atlet berjumlah 1.145 orang, terbagi atas 669 pria dan 476 wanita.

"Pasien rawat inap berjumlah 1.145 orang, dari semula 1.149 orang. Empat orang dinyatakan sembuh dan dua orang dirujuk ke rumah sakit lain," kata dia.

Wisma Atlet Kemayoran resmi difungsikan sebagai RS Darurat Covid-19 oleh Presiden Joko Widodo sejak 23 Maret 2020. Rumah sakit ini berkapasitas 12.000 tempat tidur.

Presiden Joko Widodo melihat peralatan medis di ruang IGD saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). Presiden Joko Widodo memastikan Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran siap digunakan untuk menangani 3.000 pasien. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Pool/aww.Presiden Joko Widodo saat meninjau Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin (23/3/2020). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I TNI ditunjuk pemerintah melalui Markas Besar TNI untuk mengoperasikan rumah sakit darurat itu.

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I TNI bertanggung jawab dalam operasionalisasi empat pusat perawatan dan penanggulangan Covid-19, yaitu RS Darurat Wisma Atlet (Jakarta), fasilitas serupa di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu (Jakarta) dan di Pulau Natuna (Kepulauan Riau), dan terkini adalah RS Khusus Infeksi Pulau Galang (Kepulauan Riau).

Pasien yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet sejak 23 Maret hingga saat ini terdaftar 6.130 orang, sementara pasien yang dirujuk ke rumah sakit lainnya sebanyak 154 orang.

Pasien yang pulang atau telah dinyatakan sembuh tercatat 3.749 orang, sedangkan yang meninggal dunia sebanyak tiga orang.

Dalam kesempatan itu, Mudian juga melaporkan perkembangan jumlah pasien di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang, Kepulauan Riau, yang kini merawat inap 57 pasien, terbagi atas 39 pria dan 18 wanita.

Jumlah itu berkurang empat orang dari hari sebelumnya yakni 61 orang. Dari 57 pasien yang dirawat inap, 15 orang dinyatakan positif Covid-19, tujuh orang lainnya dinyatakan PDP, dan 35 orang berstatus ODP.

"Rekapitulasi pasien terdaftar di RSKI Pulau Galang terhitung sejak 12 April 2020 berjumlah 390 orang, pasien dirujuk ke RS lain dua orang, yang diperbolehkan pulang atau isolasi mandiri 331 orang, dan yang meninggal nihil," kata dia.

Sementara itu, data total jumlah ABK dan pekerja migran yang telah pulang kembali ke Indonesia hingga saat ini tercatat 46.000 orang, sebanyak 3.986 orang masih dikarantina, sedangkan 42.014 orang lainnya telah diperbolehkan pulang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan jumlah pasien positif Covid-19 di Indonesia hingga Jumat (10/7) pukul 12.00 WIB, bertambah 1.611 kasus, sehingga total menjadi 72.347 kasus, sementara yang sembuh berjumlah 33.529 orang, dan 3.469 orang meninggal dunia.

(pmg)

[Gambas:Video CNN]