Daftar Klaster-klaster Corona Terbesar di Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 11/07/2020 15:53 WIB
Calon penumpang commuterline menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 5 Mei 2020. Tes PCR untuk mencegah penyebaran mata rantai covid-19. CNNIndonesia/Safir Makki Ilustrasi tes PCR virus Corona. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hingga Jumat (10/7) tercatat ada sebanyak 72.347 kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia, dengan jumlah kasus positif setiap hari mengalami kenaikan, salah satunya terdorong oleh jumlah tes PCR yang semakin meningkat. 

Penambahan jumlah kasus pun mencapai rekor tertinggi di angka 2.657 kasus pada Kamis (9/7) setelah muncul klaster baru di Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa TNI AD) di Kota Bandung, Jawa Barat dengan kasus positif sebanyak 1.262 orang.

Menghimpun data dari berbagai sumber, berikut adalah deret klaster corona terbesar di Indonesia:


Klaster Secapa TNI AD Bandung


Jawa Barat kembali mencatat klaster baru yakni, klaster Sekolah Calon Perwira TNI AD (Secapa TNI AD) di Kota Bandung. Achmad Yurianto memaparkan dari hasil penyelidikan epidemiologi sejak 29 Juni 2020, ada sebanyak 1.262 kasus positif di Secapa TNI AD. Dari hasil ini, karantina wilayah diterapkan di kompleks sekolah.

Dari jumlah ini hanya 17 orang yang menjalani isolasi di rumah sakit karena mengalami gejala demam dan batuk. Sedangkan yang lainnya cukup melakukan karantina wilayah karena tidak ditemukan gejala.

Ridwan Kamil, Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, mengatakan pihaknya akan melakukan pelacakan penularan dengan tes pada keluarga siswa yang positif Covid-19. Skenario tindak lanjut temuan klaster ini pun sudah disampaikan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pemerintah pusat.

"Kita akan tracing keluarga, testing kepada kontak di luar kompleks menjadi tanggung jawab (Gugus Tugas) Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung," kata Emil di Bandung, Jumat (10/7).

Klaster Perusahaan - Semarang

Pemerintah Kota Semarang mencatat tiga perusahaan di wilayahnya sebagai klaster baru Covid-19. Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam pada Minggu (5/7) menyebut total ada lebih dari 150 kasus positif Covid-19 di klaster perusahaan Semarang.

Mengutip dari Antara, ia hanya menjelaskan dari tiga perusahaan masing-masing ditemukan sebanyak 47 kasus, 24 kasus dan seratusan kasus positif. Hakam melanjutkan tim gugus tugas Semarang telah melakukan penelusuran terhadap dugaan penularan.

Sementara itu mengutip dari situs Siaga Corona milik Pemkot Semarang, hingga Jumat (10/7) terdapat 817 kasus positif Covid-19 dan sebanyak 238 orang meninggal.

Klaster Asrama Haji Surabaya

Di Surabaya, Jawa Timur, terdapat 52 klaster penularan corona dengan yang terbesar adalah klaster pelatihan petugas haji Indonesia atau TKHI di Asrama Haji Sukolilo yakni sebanyak 157 kasus.

Pelatihan dilaksanakan pada Maret 2020 lalu dengan peserta sebanyak 413 orang dan melibatkan dua orang pemateri. Menurut Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Kohar Hari Santoso peserta berasal dari wilayah Jatim, Bali dan NTT.

"Sebagaimana pernah kami sampaikan bahwa pelatihan haji ini ada 10 kelas, jumlah pesertanya 413, dan sudah kita ikuti (telusuri) di kelas apa yang terindikasi Covid-19," kata Kohar, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (24/4).

Klaster Gowa

Meski batal, gelaran Ijtima Dunia 2020 di Gowa, Sulawesi Selatan membuahkan klaster baru penularan Covid-19 pada April 2020 lalu. Peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia dan sejumlah negara tetangga ini pun pulang dengan membawa virus.

Achmad Yurianto menyebut telah melakukan contact tracing terkait klaster Gowa. Penyebaran kasus terbilang masif di berbagai daerah seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat ada 61 kasus positif per 20 April 2020. Selain itu penyebaran juga terjadi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (31 kasus), wilayah Kalimantan lain (49 kasus), Jawa Tengah (50 kasus), Surabaya (6 kasus), bahkan kasus meninggal di Lampung dan Jambi masing-masing satu orang.

Gelaran sejatinya berlangsung 22 Maret 2020. Akibat pandemi Covid-19 acara dibatalkan tetapi sekitar 6.000 peserta sudah tiba di Gowa.

Klaster Pusdikpom Cimahi

Selain di Secapa AD, klaster juga terbentuk di lingkungan militer di Pusdikpom, Cimahi, Jawa Barat, pada pekan ini. Sebanyak 99 orang dinyatakan positif virus corona, antara lain 74 siswa dan 25 anggota TNI yang berdinas di Pusdikpom AD.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar sudah melakukan penyelidikan epidemiologi di lingkungan pendidikan militer TNI AD tersebut.

Klaster Sampoerna Surabaya

Pada Rabu (24/9) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, mengungkapkan klaster baru di Surabaya yakni di pabrik milik PT Sampoerna. Klaster berawal dari dua orang pekerja positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan meninggal. Dua pasien diduga menularkan virus pada pekerja lain.

Hingga 9 Mei 2020, klaster Sampoerna mencatat sebanyak 77 orang positif. Hasil diperoleh dari tes swap terhadap sebanyak 163 karyawan di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya.

Klaster Pasar Besar Palangkaraya

Pertengahan Juni 2020, Pasar Besar Palangkaraya, Kalimantan Tengah, diumumkan jadi klaster baru penularan Covid-19. Sebanyak 75 orang terkonfirmasi positif yang terdiri dari sekitar 50-an pedagang dan keluarga pedagang.

Dari 75 orang positif ini, pada Jumat (11/6), Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Palangkaraya Emi Abriyani menyebut sebanyak empat orang meninggal. Keempatnya merupakan dua pedagang dan dua pengunjung pasar. Mereka sempat menjalani perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Palangkaraya.

Klaster Indogrosir Sleman DIY

Bermula dari satu kasus positif seorang karyawan di Indogrosir, Sleman, DIY, muncul 54 orang positif Covid-19. Pada Jumat (15/5), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan hasil ini diperoleh dari tes sebanyak 1.227 orang klaster Indogrosir. Sebanyak 54 orang yang tertular seluruhnya merupakan warga Sleman.

(vws)

[Gambas:Video CNN]