Jokowi soal Teguran ke Menteri: Itu Motivasi, Bukan Marah

CNN Indonesia | Senin, 13/07/2020 19:50 WIB
Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja ke Jateng, Selasa (30/6) Presiden Jokowi menegaskan teguran keras yang dia sampaikan dalam rapat kabinet beberapa waktu lalu untuk memotivasi jajaran menteri agar bekerja lebih keras. (Dok. Biro Setpres/Laily Rachev
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meluruskan perihal pernyataan keras yang ia sampaikan kepada para menterinya dalam sejumlah kesempatan rapat kabinet.

Ia mengatakan pernyataan keras itu hanya teguran untuk memotivasi, bukan kemarahan.

"Saya minta para menteri untuk bekerja keras. Tapi kalau mintanya dengan nada yang berbeda, itu untuk memotivasi para menteri, untuk bekerja lebih keras lagi, bukan marah," ujar Jokowi dalam pertemuan dengan awak media, Senin (13/7).


Jokowi meluruskan bahwa dia menargetkan para menteri dapat segera mengendalikan persebaran virus corona agar kasus tak bertambah. Jokowi juga mendorong 3T-- tracing, testing, dan treatment--yang masif di seluruh daerah di Indonesia.

"Kalau sekarang mencegah agar kita tidak naik, yang sembuh makin banyak, yang positivity rate-nya makin rendah. Ya begitu saja (targetnya). Tes masif, tracing agresif, treatment yang dikerjakan manajemen yang baik, beberapa daerah belum ini kita ingatkan," ujar pria yang kini memasuki periode lima tahun kedua memimpin Indonesia.

Jokowi diketahui sempat mengungkapkan kemarahan pada jajaran menterinya lantaran dinilai tak maksimal dalam menangani corona. Pertama saat sidang kabinet paripurna perdana tatap muka pandemi Covid-19 pada 18 Juni 2020. Kala itu ia bahkan menyinggung soal pembubaran lembaga atau reshuffle.

Belum cukup, Jokowi kembali menyentil kinerja para menteri dalam rapat terbatas soal serapan anggaran pada 7 Juli lalu. Dalam kesempatan itu, Jokowi menyindir para menteri yang terlihat seperti menjalani cuti saat Work from Home (WFH) atau kerja dari rumah selama tiga bulan terakhir.

(psp/kid)

[Gambas:Video CNN]