SMRC: 81 Persen Warga Nilai Ekonomi Nasional 2020 Buruk

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 18:37 WIB
Pedagang beristirahat di salah satu pasar tradisional Jakarta, rabu, 24 Juni 2020.  Sejumlah pedagang mengeluhkan rendahnya penjualan akibat banyak warga yang sungkan ke pasar tradisional pasca ditemukannya sejumlah pedagag yang postif terkena virus corona.  Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mencatat lebih dari 500 pedagang pada 13.450 pasar tradisional di Indonesia dinyatakan positif corona. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono) SMRC menyebut 81 perse warga menilai ekonomi nasional tahun ini lebih buruk dari 2019. Ilustrasi (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Hasil survei nasional dari Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menyatakan 81 persen masyarakat Indonesia menilai kondisi ekonomi nasional pada 2020 saat pandemi virus corona lebih buruk bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Tentang pertanyaan ekonomi nasional, ada 81 persen warga yang menilai kondisi ekonomi nasional sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding tahun lalu," kata Direktur Riset SMRC, Deni Irvani saat menyampaikan hasil survei SMRC secara virtual, Selasa (14/7).

Deni mengatakan berdasarkan tren kondisi ekonomi Indonesia sejak 2003 tak pernah terjadi penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi seburuk masa pandemi virus corona pada tahun ini.


"Kondisi ekonomi sekarang bisa kita katakan sangat buruk, atau terburuk sepanjang pengukuran survei opini publik," ujarnya.

Dari survei itu, kata Deni, 80 persen masyarakat saat ini percaya bahwa Indonesia sedang berada di ambang resesi dan krisis ekonomi.

"Warga pada umumnya 80 persen mengatakan sangat atau cukup percaya bahwa Indonesia berada di ambang krisis dan resesi," kata Deni.

Meski demikian, Deni menyebut 47 persen warga optimistis kondisi ekonomi nasional ke depan akan lebih baik, sementara 39 warga menilai kondisi ekonomi akan lebih buruk, jauh lebih buruk dan tidak ada perubahan.

"Optimisme warga dalam melihat kondisi ekonomi nasional ke depan terlihat terus menguat sejak kebijakan New Normal," ujarnya.

Survei ini melibatkan 2.215 responden yang dipilih secara acak di sejumlah Indonesia dan dilakukan pada 8-11 Juli 2020. Margin of error survei sebesar 2,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

(yoa/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK