Kasus Kebocoran Data Tokopedia, Polisi Cek Anomali IP

CNN Indonesia | Selasa, 14/07/2020 23:45 WIB
Pengguna Tokopedia bertransaksi melalui gawai di Jakarta, Senin (4/5/2020). Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama BSSN dan Tokopedia akan melakukan evaluasi, penyelidikan, dan mitigasi teknis terhadap upaya peretasan data pengguna sebanyak 91 juta akun dan 7 juta akun merchant, serta akan terus memastikan ekonomi digital khususnya e-commerce tetap berjalan dengan baik dan lancar tanpa diganggu peretas data. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/pras. Ilustrasi Tokopedia. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Tindak Pidana Bareskrim Polri masih menyelidiki laporan Tokopedia terkait kasus tersebarnya data pengguna di sebuah grup media sosial Facebook.

"Masih melakukan penyelidikan dan masih melakukan analisa anomali IP address yang masuk ke Tokopedia," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Selasa (14/7).

Selain melakukan analisa, kata Awi, pihaknya juga melakukan klarifikasi terhadap beberapa orang yang berasal dari kalangan internal Tokopedia.


Mereka diklarifikasi untuk digali keterangannya ihwal laporan pembobolan data tersebut.

"Sudah ada tiga orang yang diklarifikasi, antara lain IT security," ucap Awi.

Sebelumnya, perusahaan e-commerce populer, Tokopedia melaporkan kasus tersebarnya link yang berisi 91 juta data penggunanya di sebuah grup media sosial Facebook ke Bareskrim Polri.

"Kami menyadari bahwa pihak ketiga yang tidak berwenang telah mem-posting informasi secara ilegal di media sosial dan forum internet terkait cara mengakses data pelanggan kami yang telah dicuri," tulis VP of Corporate Communications Tokopedia, Nuraini Razak dikutip dari keterangan rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (5/7) malam.

"Kami telah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian dan juga mengingatkan seluruh pihak untuk menghapus segala informasi yang memfasilitasi akses data yang diperoleh melalui cara yang melanggar hukum," lanjutnya.

Laporan itu bermula dari laporan lembaga riset siber CISSReC yang menyatakan salah satu anggota yang tergabung di grup Facebook (FB) memberikan link atau tautan untuk mengunduh data Tokopedia sebanyak 91 juta secara gratis.

Tim CISSReC kemudian melakukan penelusuran lebih lanjut. Diketahui, bahwa link itu berasal dari akun bernama @Cellibis di forum Raids Forum.

Akun tersebut membagikan link secara cuma-cuma di Raids Forum yang sebelumnya ia dapatkan dengan cara membeli data di dark web seharga US$5000 atau sekitar Rp70 juta.

(dis/kid)

[Gambas:Video CNN]