Kasus Positif Corona di Klaster Secapa TNI AD Bertambah 27

CNN Indonesia | Rabu, 15/07/2020 10:52 WIB
Petugas medis menunjukkan alat swab spesimen saat swab test secara drive thru di halaman Laboratorium Kesehataan Daerah (LABKESDA) Kota Tangerang, Banten, Senin (6/4/2020). Berdasarkan data pemerintah hingga Senin (6/4/2020) terkonfirmasi positif COVID-19 di Banten mencapai 187 kasus. ANTARA FOTO/Fauzan/wsj. Ada tambahan 27 kasus positif di klaster Sekolah Calon Perwira TNI AD, Bandung, Jawa Barat (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Nefra Firdaus mengatakan ada tambahan 27 kasus positif virus corona (Covid-19) di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) di Bandung, Jawa Barat. Tambahan didapat dari hasil pemeriksaan tes usap atau swab.

"Hasil pemeriksaan Lab PCR dari swab ke-1 yang lalu ada tambahan 27 pasien positif karena pemeriksaan hasil swab di Lab PCR dilakukan bergiliran per gelombang," kata Nefra lewat siaran pers, Rabu (15/7).

Sebelumnya, klaster Secapa AD terdapat 1.280 kasus. Dengan penambahan itu berarti kini jadi ada 1.307 kasus positif di klaster tersebut.


Meski begitu, lanjut Nefra, sebagian pasien sudah dinyatakan negatif. Hingga Rabu (15/7), sudah ada 281 pasien di Secapa AD yang dinyatakan negatif Covid-19 atau telah sembuh. Dengan demikian, pasien yang masih berstatus positif corona di Secapa AD sebanyak 1.026.

Nefra juga menyampaikan perihal pengembangan kombinasi obat Anti Covid-19 yang tengah dikembangkan Universitas Airlangga dengan BIN dan TNI AD. Pengembangan itu melibatkan 600 perwira di Secapa yang telah dinyatakan positif Covid-19.

"Pagi ini Tim Uji Klinis Anti Covid-19 dari 3 institusi memulai pemberian beberapa kombinasi obat dan dosis kepada pasien positif Covid-19 di Secapa AD sesuai dengan protokol Pedoman Pelaksanaan Uji Klinis dari BPOM," kata dia.

Diketahui, Secapa AD, Bandung, Jawa Barat menjadi klaster baru penularan virus corona. Kini, lingkungan pendidikan militer itu dikarantina. Tidak ada yang boleh masuk dan keluar.

Masyarakat yang tinggal di sekitar Secapa AD juga menjalani rapid test atau uji cepat virus corona. Mereka dikhawatirkan sempat menjalin kontak dengan calon perwira yang bersekolah di Secapa AD.

Selain itu, Pusat Pendidikan Militer AD di Cimahi, Jawa Barat juga menyusul jadi klaster penularan virus corona baru. Seperti halnya Secapa AD, kini Pusdikpom AD dikarantina.

(tst/bmw/ugo)

[Gambas:Video CNN]