Ada Klaster Secapa, RK Klaim Kasus Corona di Jabar Terkendali

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 01:36 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai mengikuti rapat di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/1). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (CNNIndonesia/Feri Agus Setyawan).
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim persebaran kasus virus corona (covid-19) di wilayahnya masih terkendali meski muncul klaster Secapa TNI AD. Jumlah kasus positif dari klaster tersebut diketahui mencapai lebih dari 1.200 orang.

"Itu anomali. Waktu Secapa dilaporkan kan naik tuh, besoknya turun lagi 70, 50, jadi artinya Jabar tuh sebenarnya terkendali," ujar Emil, sapaannya, usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo bersama sejumlah gubernur daerah lain di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/7).

Emil mengatakan, positivity rate di Jabar juga terbilang baik yakni sebesar 4 persen. Positivity rate adalah rasio orang yang mendapat hasil positif dengan total jumlah orang yang dites.


"Kita kan di bawah 5 persen. Dari 100 persen PCR swab, kita hanya 4 persen. Provinsi lain yang dekat kita keterpaparannya 12 persen, 10 persen," katanya.

Meski demikian, Emil mengakui terdapat titik-titik penularan yang masih harus diwaspadai termasuk lembaga pendidikan berbasis asrama serupa Secapa. Menurutnya, lonjakan kasus yang terjadi di Secapa lantaran banyak siswa yang datang dari seluruh wilayah di Indonesia.

"Saya enggak bisa mengontrol karena kewenangan ada di pemerintah pusat. Tadi sudah saya laporkan kepada presiden," katanya.

Secapa TNI AD di Bandung diketahui menjadi klaster baru penularan virus corona Jabar. Lingkungan pendidikan militer itu akhirnya dikarantina.

Masyarakat yang tinggal di sekitar Secapa AD juga menjalani rapid test atau uji cepat virus corona. Mereka dikhawatirkan sempat menjalin kontak dengan calon perwira yang bersekolah di Secapa AD.

Selain itu, Pusat Pendidikan Militer AD di Cimahi juga menyusul jadi klaster penularan virus corona baru. Seperti halnya Secapa AD, kini Pusdikpom AD dikarantina.

(psp/osc)

[Gambas:Video CNN]