JK Prediksi Kasus Corona Capai 120 Ribu pada 17 Agustus 2020

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2020 15:35 WIB
Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, hari ini, Jumat (20/03) meninjau secara langsung penyemprotan disinfektan di Lapas Kelas 1 Cipinang, Kota Jakarta Timur yang dilakukan Relawan PMI untuk mencegah Covid-19. Ketua PMI Jusuf Kalla memprediksi kasus corona di Indoneisa bisa mencapai 120 ribu pada 17 Agustus 2020 jika tak ada intervensi serius dari semua pihak. (dok. tim media JK)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) memprediksi jumlah pasien terinfeksi virus corona (covid-19) di Indonesia mencapai 120 ribu pada Agustus 2020.

Jumlah ini bisa saja terjadi, kata JK, jika tidak ada intervensi maksimal dari pemerintah untuk mencegah persebaran.

"Ketika awal pandemi Maret lalu butuh dua bulan untuk mencapai 10 ribu kasus. Sekarang hanya butuh tujuh hari untuk bertambah lagi 10 ribu, karena itu saya perkirakan akhir Juli ini mencapai 100 ribu dan pada 17 Agustus jumlah penderita covid di Indonesia akan mencapai 120 ribu kalau tidak ada intervensi keras dari kita," ujar JK saat menyampaikan pembukaan Musyawarah Provinsi PMI DKI Jakarta ke XII Tahun 2020 yang diterima melalui keterangan tertulis, Rabu (15/7).


JK mengatakan lonjakan kasus itu tak lepas dari ciri utama corona yang penularannya sangat cepat. Untuk itu, mantan wakil presiden ini menilai perlu berbagai upaya untuk menghambat penularan. Di antaranya dengan mengurangi pergerakan orang hingga penyemprotan disinfektan.

"Saya kira tidak ada cara yang paling efektif membendung wabah ini selain mengurangi pergerakan orang. Mengenai caranya terserah pemerintah," katanya.

"Dan tentunya PMI tetap membantu dengan melakukan penyemprotan disinfektan karena hanya itu cara mematikan virus tersebut," lanjut JK.

Berdasarkan data 14 Juli 2020, kasus positif corona di Indonesia mencapai 78.572 orang. Dari jumlah tersebut, 37.636 orang di antaranya telah sembuh dan 3.710 orang meninggal dunia. Penambahan jumlah kasusnya mencapai lebih dari 1.000 per hari. Bahkan sempat mencapai 2.657 kasus dengan separuhnya berasal dari klaster Secapa TNI AD di Bandung, Jawa Barat.

Presiden Jokowi sebelumnya telah mengeluarkan prediksi bahwa puncak kasus corona di Indonesia berada pada rentang Agustus- September.

"Kalau melihat angka-angka memang perkiraan puncaknya Agustus-September, perkiraan terakhir yang saya terima," ujar Jokowi dalam pertemuan dengan media, Senin (13/7) kemarin.

Jokowi mengatakan, prediksi puncak covid-19 bisa berubah jika gagal dikendalikan. Untuk itu, ia mendorong para menteri untuk bekerja lebih keras.

(psp/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER