Pedemo RUU HIP di DPR Salat Berjemaah Tanpa Jaga Jarak

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 13:02 WIB
Massa pengunjuk rasa yang menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) menggelar salat Zuhur di sisi kiri pintu gerbang gedung MPR/DPR, Kamis (16/7) siang. Massa pedemo RUU HIP di depan Gedung DPR salat berjemaah tanpa menjaga jarak satu sama lain atau tidak sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan virus corona (CNN Indonesia/Yogi Anugrah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Massa pengunjuk rasa yang menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) menggelar salat Zuhur di sisi kiri pintu gerbang gedung MPR/DPR, Kamis (16/7) siang.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, tak ada jarak dalam barisan atau saf antar jemaah yang salat, padahal protokol kesehatan mengharuskan menjaga jarak. Mereka salat berdempetan menggunakan alas dari terpal, sorban, hingga spanduk.

Aksi massa yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI sejak pukul 10.00 WIB. Ini merupakan aksi yang kedua kalinya digelar mereka.


Dalam aksi mereka yang kedua ini, mereka menuntut agar DPR bersikap dan mencabut RUU HIP dari prolegnas. Mereka juga menuntut agar inisiator RUU HIP diusut.

RUU HIP sudah menuai penolakan dari berbagai pihak. Dari sejumlah partai politik dan juga ormas. Mereka semua menolak RUU HIP dibahas lebih lanjut hingga dijadikan undang-undang.

Mereka yang menolak menilai RUU HIP mengerdilkan Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila. TAP MPRS No. XXV tentang pembubaran PKI dan larangan komunisme yang tidak dicantumkan sebagai peraturan konsideran turut menjadi faktor mengapa RUU HIP menuai penolakan.

Di waktu yang bersamaan, elemen buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) dan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) juga menggelar demo di Gedung MPR/DPR untuk menuntut agar DPR menghentikan pembahasan RUU Ciptaker saat pandemi virus corona.

Polisi kemudian memberi mereka sekat untuk melakukan aksi, sisi kanan untuk ormas buruh dan mahasiswa sementara sebelah kiri untuk Anak NKRI.

(yoa/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]