Klaster Secapa AD Catat 78 Kasus Sembuh Baru, Sisa 948 Pasien

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 20:34 WIB
Warga yang tinggal di sekitar Secapa AD, Kota Bandung melakukan penyemprotan disinfekatan di sekitar pemukiman. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19. Ilustrasi Secapa AD. (Foto: Detikcom/ Wisma Putra)
Bandung, CNN Indonesia --

Pasien positif Covid-19 yang berasal dari klaster Sekolah Calon Perwira TNI Angkatan Darat (Secapa AD) di Bandung, Jawa Barat, berkurang 78 orang pada Kamis (16/7).

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Nefra Firdaus mengatakan, pasien-pasien tersebut dinyatakan negatif Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab kedua.

"Hasil Laboratorium PCR (Polymerase chain reaction) dari swab kedua untuk pasien di Secapa AD sampai dengan pagi ini ada 78 pasien lagi yang dinyatakan negatif," ujar dia, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7).


Dengan penambahan pasien negatif Corona dari klaster Secapa AD, maka total pasien positif Covid-19 di institusi pendidikan kemiliteran tersebut tinggal 948 orang dari semula 1.307 orang.

Diketahui, dari hasil pemeriksaan sebelumnya saat swab pertama yang lalu, ada tambahan 27 pasien positif Covid-19.

"Jadi, dari total 1.307 (1.280+27) pasien positif Covid-19 di Secapa AD pada pagi ini sudah berkurang 359 orang menjadi tinggal 948 orang," ujar Nefra.

s

Terkait pengobatan, Nefra menambahkan pihaknya melakukan riset pengembangan kombinasi obat Anti-Covid-19 dengan Universitas Airlangga, dan Badan Interlijen Negara (BIN).

Sampai Rabu (15/7) malam, sudah ada 160 pasien positif Covid-19 di Secapa AD yang menerima uji klinis beberapa kombinasi obat dan dosis, sesuai dengan protokol Pedoman Pelaksanaan Uji Klinis dari BPOM.

Sementara, 101 orang baik siswa maupun staf, yang dinyatakan positif Covid-19 di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) AD, Kota Cimahi, kini telah dinyatakan negatif setelah menjalani tes swab kedua.

"Sudah dilakukan swab kedua terhadap 101 pasien positif (Covid-19) dengan hasil Lab PCR. 101 pasien tersebut menjadi negatif semua," ujar dia. (hyg)

(hyg/arh)

[Gambas:Video CNN]