Penularan Covid-19 Banyak Terjadi di Lingkungan Kerja

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 17:25 WIB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto menyampaikan laporan perkembangan kasus COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (18/6/2020). Achmad Yurianto menyatakan hingga Kamis (18/6) pukul 12.00, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia bertambah 1.331 orang sehingga bertotal 42.762 orang sementara jumlah total pasien sembuh menjadi 16.798 orang dan total kasus kematian menjadi 2.339 orang. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gugus Tugas Covid-19 menyebut penambahan kasus baru Virus Corona banyak berasal dari lingkungan kerja. Masalah sirkulasi udara yang buruk, kurangnya jaga jarak, serta tidak disiplin dalam menggunakan masker menjadi penyebabnya.

"Penambahan kasus banyak terjadi di lingkungan kerja tanpa sirkulasi udara yang berjalan dengan lancar," kata juru bicara pemerintah khusus penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, dalam keterangan persnya, Kamis (16/7).

"Dan kurang jaga jarak, tidak gunakan masker karena sudah kenal," dia menambahkan.


Diketahui, studi WHO menunjukkan bahwa Covid-19 bisa menular melalui aliran udara atau aerosol selain lewat droplet atau cairan tubuh penderita. Ruangan tanpa ventilasi dan sistem sirkulasi udara tertutup berisiko menjadi tempat penularan.

Yuri sendiri tak merinci jumlah kasus Covid-19 baru yang berasal dari lingkungan kerja itu.

Namun demikian, ia menyebut, selain kantor, ada sejumlah fasilitas umum yang potensial menjadi tempat penularan Covid-19 terkait lingkungan kerja.

"Yang kita tengarai adalah penularan di fasilitas umum," ucapnya.

Insert Artikel - Waspada Virus CoronaFoto: CNN Indonesia/Fajrian

Pertama, tempat makan bersama saat jam istirahat. Pasalnya, kata dia, tempat makan ini tak selalu memiliki sirkulasi udara yang baik. Selain itu, ada penggunaan alat makan bersama.

"Kita kadang tidak pernah tahu di tempat makan itu sama siapa, bersama orang dari kantor mana. Oleh karena itu sebaiknya makan, tidak bicara, dan segera tinggalkan tempat makan itu," tutur Yuri.

Kedua, moda transportasi umum yang digunakan untuk berangkat dan pulang dari tempat kerja.

"Yang juga memiliki peluang besar adalah di transportasi publik, bisa di kereta, bus, atau angkot. Upayakan untuk tidak melakukan pembicaraan apapun. Hindari kemungkinan posisi berhadap-hadapan," urainya.

Sebelumnya, sejumlah klaster perusahaan menjadi bagian klaster besar Covid-19 di Indonesia. Misalnya, klaster tiga perusahaan di Semarang dengan 150 kasus Covid-19 pada pekan lalu, dan klaster pabrik rokok di Jawa Timur.

Diketahui, kasus positif Virus Corona (Covid-19) di Indonesia pada Kamis (16/7) mencapai 81.668 orang. Dari jumlah tersebut, 40.345 di antaranya telah sembuh dan 3.873 meninggal dunia.

(mel/arh)

[Gambas:Video CNN]