Rizieq Kritik Keras Jokowi di Tengah Aksi Demo RUU HIP

CNN Indonesia | Kamis, 16/07/2020 18:06 WIB
Spanduk Rizieq Shihab pada acara Reuni 212 di Silang Monas, Jakarta, Senin, 2 Desember 2019. CNNIndonesia/Safir Makki Imam Besar FPI Rizieq Shihab meminta Presiden Joko Widodo segera mundur secara terhormat. Ilustrasi (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengundurkan diri secara terhormat dari jabatannya.

Rizieq menyampaikan itu lewat rekaman yang diperdengarkan dari mobil komando aksi tolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung MPR/DPR, Kamis (16/7).

"Sudah saatnya Jokowi segera mengundurkan diri secara terhormat," kata Rizieq.


Ia mengatakan mantan wali kota Solo itu sudah tak mampu mengelola negara dan menjalankan roda pemerintahan secara baik.

Selama Jokowi memimpin, kata Rizieq, oligarki merajalela dan berbuat semaunya. Sementara rakyat sengsara dan kedaulatan negara semakin terancam.

"Pesan ini saya sampaikan secara tulus dan ikhlas untuk keselamatan negara untuk meraih rida Allah. Semoga hati jokowi terbuka dan mau menerima nasihat ini," ujarnya.

Dalam rekaman suara itu, Rizieq juga memberi pesan kepada seluruh anggota DPR dan DPD.

Menurutnya, Indonesia sedang darurat kedaulatan di semua sektor. Rizieq pun meminta DPR mendorong MPR RI untuk menggelar sidang istimewa jika Jokowi tidak mau mengundurkan diri secara terhormat.

Lebih lanjut, Rizieq menyatakan masyarakat harus berani melawan ketika akhirnya Jokowi tak mau memundurkan diri. "Serta berani melawan dan mendobrak untuk menuju perubahan ke arah yang baik dan berkah," ujarnya.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian mengatakan tak ada alasan Jokowi mengundurkan diri. Donnya menyebut polemik RUU HIP sudah berakhir dan kini diganti RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

"Tidak ada alasan presiden mengundurkan diri. RUU HIP sudah berakhir pembahasannya dan diganti dengan RUU BPIP yang tidak memuat kontroversi apapun," kata Donny.

Hari ini Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI kembali menggelar aksi tolak pengesahan RUU HIP. Aliansi FPI, PA 212, dan GNPF itu meminta DPR dan pemerintah mengentikan pembahasan RUU HIP tersebut.

(yoa/fra)

[Gambas:Video CNN]