RK: Gugus Tugas Covid Jabar Tetap Kerja Sampai Ada SK Baru

CNN Indonesia | Kamis, 23/07/2020 23:36 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut Gugus Tugas Covid-19 masih tetap bekerja karena surat keputusan (SK) dari pemerintah belum turun. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (CNN Indonesia/Andry Novelino).
Bandung, CNN Indonesia --

Gubernur sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan gugas belum dibubarkan dan masih bekerja seperti biasa dalam penanganan virus corona. Sebab hingga hari ini belum ada surat keputusan (SK) dari pemerintah pusat.

"Karena SK-nya belum turun, maka gugus tugas masih bekerja sampai ada SK baru. Jadi, enggak ada kekosongan, semua tetap apa adanya," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil, di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (23/7).

Emil menyatakan, saat ini, pihaknya masih fokus mencegah kasus corona impor dari luar Jabar. Selain itu, pencegahan penularan di tempat risiko tinggi, seperti destinasi wisata, pasar, dan stasiun, dilakukan dengan menggelar tes masif.


"Karena banyaknya kasus impor dari orang luar Jawa Barat, maka kita akan mengetatkan kedatangan-kedatangan dan keluar orang-orang, dari dan keluar Jawa Barat. Begitu terkendali, Jawa Barat akan jauh lebih baik," tuturnya.

Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), kegiatan ekonomi di Jabar mulai berjalan secara bertahap. Emil mengatakan, pembukaan kegiatan ekonomi disertai dengan pengendalian risiko penularan Covid-19.

"Kajian kita, yang terkoreksi paling tinggi 4 persen itu industri, maka kemarin berita baik ada industri groundbreaking di Subang, menandai mereka sudah optimis dengan pengendalian Covid-19 di Jabar dan optimis dengan kualitas ekonomi industri," katanya.

Dapat Bantuan Mobil Lab PCR

Di kesempatan terpisah, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja secara simbolis menerima bantuan satu unit mobil laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (23/7).

Penyerahan simbolis dilakukan oleh Staf Ahli Kepala BNPB Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak.

Nantinya, mobil lab PCR dari BNPB ini akan digunakan di berbagai titik di Jabar oleh Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian Massal, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Jabar dalam rangka meningkatkan jumlah pengetesan di Jabar.

Menurut Setiawan, saat ini contact tracing atau pelacakan kontak erat dan pengetesan masif adalah kunci penanggulangan Covid-19 dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Jabar.

"Kami masih terus bekerja keras untuk melakukan pengetesan karena kami ingin pengetesan itu dilakukan sebanyak-banyaknya di Jabar," kata Setiawan.

Setiawan juga menjelaskan, saat ini pihaknya berupaya mengejar target pengetesan swab metode PCR kepada 150 ribu orang. Hal itu merujuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyarankan pengetesan contact tracing dilakukan terhadap 10-30 orang dari satu kasus terkonfirmasi positif.

"Jabar saat ini ada sekitar 5.700 (kasus terkonfirmasi), jadi jika kita kalikan 30 artinya ada kurang lebih 150 ribu orang yang butuh untuk kita uji dengan PCR," ujar Setiawan.

Setiawan pun menyampaikan bahwa pihaknya setiap minggu melakukan pertemuan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jabar untuk melaporkan perkembangan maupun kegiatan yang sudah dilakukan dalam menangani Covid-19.

"Kami di Jabar selalu kompak. SDM di Jabar juga hebat dan kami sudah lebih dulu menentukan sembilan indikator untuk level kewaspadaan. Tapi sekarang disesuaikan mengikuti pusat agar satu bahasa (warna)," ucap Setiawan.

Terkait rasio pengetesan, Setiawan berujar, rasio pengetesan metode PCR per 1 juta penduduk di Jabar sudah mencapai 2.135 hingga 19 Juli 2020.

Adapun dari data Pusat Informasi & Koordinasi Covid-19 Jabar (Pikobar) hingga 22 Juli, sudah terdapat 108.040 sampel PCR yang diperiksa atau setara lebih dari 63 persen dari jumlah pengetesan terhadap contact tracing yang harus dipenuhi.

"Memang (rasio pengetesan PCR) Jabar tidak sebanyak DKI Jakarta, Papua, dan NTB, tapi provinsi lain itu penduduknya tidak sebanyak Jabar. (Penduduk) kami hingga 50 juta orang," ujar Setiawan.

(hyg/osc)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK