Banyak Zona Merah, Satgas Covid-19 Imbau Tak Mudik Iduladha

CNN Indonesia | Kamis, 30/07/2020 12:39 WIB
Satgas Covid-19 mencatat lima provinsi tujuan utama mudik yakni Jakarta, Jatim, Jateng, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan berada di zona merah corona. Ilustrasi kendaraan pemudik. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengimbau masyarakat mengurungkan niatnya untuk mudik hari raya Iduladha karena tingkat penularan masih tinggi. Saat ini zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan juga masih banyak yakni 53 wilayah.

Juru bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut, dalam beberapa hari terakhir ada lima provinsi dengan tambahan kasus yang cukup tinggi, seperti DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Kelima provinsi tersebut juga masih punya zona merah.

"Ini adalah daerah-daerah yang kebetulan juga daerah tujuan mudik, jadi ini perlu perhatian, dalam rangka ibadah Iduladha terutama yang akan melakukan mudik mohon agar dipertimbangkan dan dihindari," kata Wiku di BNPB, Kamis (3/7).


Data Satgas Covid per 28 Juli tercatat sebanyak 53 kabupaten/kota di Indonesia masih berstatus zona merah atau risiko tinggi penularan Covid-19.

Ketua Tim Pakar Satgas Covid-19 itu juga menjelaskan, angka positivity rate atau tingkat positif kasus Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi.

Tingkat kepositifan Covid-19 di Indonesia per tanggal 29 Juli berada pada angka 13,3 persen, sementara Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan standar ideal positivity rate 5 persen.

"Selama tiga minggu terakhir jumlah orang yang diperiksa dan jumlah kasus positif cenderung meningkat. Ini adalah kabar yang kurang baik, di Indonesia 13,3 persen," ucap Wiku.

Ia mengimbau masyarakat bekerja sama dengan pemerintah untuk menurunkan angka kepositifan kasus sekaligus mencegah penularan terjadi.

Masyarakat, menurut Wiku, dapat mencegah laju penularan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selain itu, saat ini masyarakat dapat membantu mencegah penularan dengan tidak mudik.

"Apabila tingkat penularannya menurun maka positivity rate juga akan menurun, mohon ini menjadi perhatian kita semua karena keberhasilan disumbang bukan hanya oleh pemerintah, tapi juga masyarakat," ujarnya.

Mudik Hari Raya Iduladha diprediksi tetap terjadi di tengah pandemi karena libur Iduladha jatuh pada hari Jumat, bergandengan dengan libur akhir pekan.

Mabes Polri memprediksi puncak mudik Iduladha jatuh hari ini atau hari H-1. Pergerakan arus mudik akan dimulai ada Kamis (30/7) sore.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengatakan untuk puncak arus balik akan terjadi pada Minggu (2/8).

Pantauan CNNIndonesia.com, pagi tadi ribuan pemudik mulai memadati Terminal Kampung Rambutan. Berdasarkan data terakhir, jumlah penumpang yang berangkat melalui terminal di kawasan Jakarta Timur ini mengalami peningkatan.

Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jony mengatakan ada 1.428 penumpang yang meninggalkan Jakarta melalui Terminal Kampung Rambutan dari Rabu (29/7) pukul 06.00 WIB hingga hari ini pukul 06.00 WIB. Meningkat dibandingkan hari sebelumnya yang hanya mencapai 900 orang.

"Jumlah penumpang per hari Rabu itu penumpang yang berangkat dari Terminal Kampung Rambutan itu ada sekitar 1.428 orang. Data masuk dari pukul 06.00 WIB kemarin sampai pukul 06.00 WIB pagi tadi," ujar Jony saat ditemui CNNIndonesia.com.

(mln/wis)

[Gambas:Video CNN]